RUDI BENTO ( benar benar tobat )
Image by Cool Text: Logo and Button Generator - Create Your Own Logo

Rabu, 04 Januari 2012

SEBUAH RISALAH TENTANG CINTA

Cintailah kekasihmu sekedarnya saja, siapa tahu nanti akan jadi musuhmu...
-Ali bin Abi Thalib-

Kita telah sering mendengar sepatah kata yang mampu menyihir hati menjadi bergetar karenanya, cinta. Sebuah kata yang berhasil menjadi tonggak kehidupan di dunia, cinta. Yang menjadi sebuah perasaan damai yang bersemayam di hati setiap insan, cinta. Satu kata yang telah mewarnai hidup setiap manusia, cinta.
            Kata yang telah membangunkan insan-insan yang tidur, yang menyadarkan orang-orang yang terlelap, dan yang membangkitkan orang-orang yang patah semangat. Itulah yang sering disebut cinta.
            Cinta yang indah, yang membuat dunia ini sempit bagai milik berdua, yang menjadikan bumi tempat berpijak bagai karpet merah dan permadani mewah, yang menjadikan langit bagai pantulan wajah yang dicinta, yang membuat lautan bagai lukisan tentang keindahan yang dicinta, yang membuat kicauan burung bagai panggilan dari sang pecinta
            Namun, bila rasa cinta yang tumbuh di hati itu ternyata tidak sesuai dengan realita, tidak sesuai dengan harapan yang semestinya, maka banyak orang menjadi gila akibat cinta mereka. Perasaan mereka yang awalnya diselimuti cinta yang lembut kini telah berubah menjadi perasaan yang kalut. Yang awalnya bunga asmara bersemi dengan indahnya tiba-tiba menjadi kebun kering kerontang terkena prahara. Yang awalnya persaan cinta itu menjadi tiang penyangga yang kokoh kini telah berubah menjadi sebuah tiang yang rapuh. Cinta yang awalnya menjadikan hati bagaikan bangunan yang megah kini telah menjadi puing penuh derita.
            Ya, cinta yang awalnya menjadi sebuah obat kini telah menjadi racun. Bila orang itu merasakan hancurnya cinta, maka ia juga akan merasakan hancurnya hidupnya. Hancurnya perasaan seseorang akan berimbas pada hancurnya diri orang itu sendiri. Ya, hanya karena patah hati.
            Seseorang yang patah hati seakan terombang-ambing dan tidak bisa lagi stabil. Dirinya gelap mata hanya karena mata cintanya telah terpejam. Haruskah orang yang patah hati merasakan semua kepedihan itu? Pantaskah bila setiap orang yang patah hati harus menenggak habis setiap penderitaan itu? Patutkah orang yang telah hancur cintanya menghancurkan hidupnya sendiri? Jawabannya adalah tidak!
            Bermain Hati?
            Sebenarnya, cinta bukanlah satu kata yang dapat dengan mudah kita wujudkan. Perlu berbagai macam rintangan, ujian, dan cobaan demi mematangkan cinta kita. Demi membuat cinta kita adalah cinta yang kuat, yang tidak mudah goyah, yang akan menjadi cinta yang kokoh, yang menjadi cinta yang mengakar dalam qalbu, cinta yang benar-benar tidak lagi lemah.
            Karena cinta bukanlah hal mudah. Cinta yang lemah maka akan mudah pula dihempas zaman. Cinta yang rapuh maka akan mudah pula diruntuhkan waktu.
            Cinta seharusnya perasaan yang kuat, perasaan yang benar-benar muncul dari ujung qalbu terdalam. Yang mampu memunculkan setitik lentera cinta yang hangat. Yang mampu menjadi pemicu semangat tak terpatahkan. Yang muncul sebagai api cinta yang akan menerangi kehidupannya.
            Namun sebagai konsekuensinya, ia harus siap ketika cintanya itu diuji. Karena dunia ini adalah medan pertarungan cinta. Cintanya tidak akan pernah menjadi sempurna bila cintanya itu sendiri tidaklah teruji dengan berbagai masalah.
            Dan sudah seharusnya setiap orang harus paham akan konsep ini. Kebanyakan orang tidak mengerti akan hal ini dan ketika cinta mereka diuji maka cinta mereka tidak kuat menahannya. Dan hasilnya? Cinta itu akan mudah pudar. Cinta itu akan dengan mudahnya menghilang. Karena mereka tidak mengerti, cinta itu adalah sebuah jalan yang menentukan dan bukan hanya sekadar permainan.
            Cinta menjadi salah satu indikator kesuksesan kita di dunia dan keselamatan kita di akhirat. Perhatikanlah bagaimana jalan cinta orang-orang yang durhaka. Orang-orang yang hanya menjalankan cinta sesuai dengan hawa nafsunya. Maka sungguh mereka adalah golongan yang celaka.
            Tetapi bila kita mampu menjalankan cinta ini sesuai dengan kodrat dan kadarnya, maka inilah salah satu jalan keselamatan. Cinta yang tidak hanya suatu yang dipermainkan hawa nafsu, cinta yang tidak hanya menjadi senda gurau belaka.
            Masihkah kita ingat bagaimana cintanya isteri Aziz kepada Yusuf? Ketika ia dengan cinta yang telah dipermainkan hawa nafsunya mengajak Yusuf ingin berzina. Namun ingatlah ketika Yusuf, yang saat itu sudah hendak ingin terjerat dalam rayuan wanita itu. Ia mampu menahan perasaannya. Karena jiwa yang ia miliki tidak diperturutkan kepada hawa nafsunya.
            Cinta, Sebuah Kata Kerja
            Dan yang harus diperhatikan oleh setiap orang adalah, bahwa cinta adalah sebuah kata kerja dan bukan kata sifat. Sebuah kata yang sudah seharusnya kita yang mengendalikan dan bukan kita yang dikendalikan.
            Jika cinta dijadikan kata sifat dalam kamus kehidupan kita, maka kita akan hancur sendiri karena cinta. Karena bila cinta dan nafsu yang mengendalikan kita, maka hancurlah kehidupan –na’udzubillah min dzalik-
            Perhatikanlah bagaimana orang-orang yang tidak mampu mengendalikan cinta mereka. Mereka gelap mata karena perasaan mereka sendiri, mereka hancurkan diri mereka dengan hati mereka sendiri. Akal mereka dikendalikan oleh selubung mabuk asmara. Pikiran mereka telah dikaburkan dengan khamr yang bernama cinta (nikmat, namun mematikan).
            Tetapi lihatlah bagaimana orang-orang yang menjadikan cinta itu sebagai kata kerja. Sebagai sebuah perasaan yang mampu dikendalikan. Akal dan hatinya tidak dibawahi oleh hawa nafsu atas nama cinta. Mereka mampu mengatur kadar cinta mereka. Mereka tidak menjadikan diri mereka sebagai budak jiwa mereka sendiri.
            Bila cinta mereka sesuai dengan harapan, maka mereka akan bersyukur. Namun bila cinta mereka tak sesuai dengan keinginan, mereka tidaklah kufur. Mereka tidak menghancurkan diri sendiri hanya karena cinta, karena mereka mampu mengatur hati dan perasaan mereka.
            Contoh Terbaik
            Dan bila kita ingin mengaplikasikannya dalam kehidupan kita, maka sudah seharusnya kita kembali menengok ke belakang. Melihat contoh terbaik yang berasal dari generasi terbaik, yaitu generasi shahabat, lalu tabi’in, dan pata tabi’uttabi’in.
            Suatu hari, Salman al-Farisi ingin meminang salah seorang wanita Madinah. Namun karena Salman yang berasal dari Persia tidak tahu bagaimana cara untuk meminang wanita Madinah, maka ia meminta bantuan sahabatnya, Abu Darda, untuk meminang salah seorang wanita.
            Ketika sampai di rumah si wanita dan setelah mengutarakan maksud dan tujuan untuk meminang, akhirnya keluarga wanita itu merespon. Keluarga wanita itu menolak pinangan Salman namun menerimanya Abu Darda bila Abu Darda berkeinginan untuk menikahi wanita itu.
            Apa reaksi Salman? Apakah Salman marah kepada Abu Darda? Apakah Salman melaknat Abu Darda? Apakah Salman memutuskan hubungannya dengan Abu Darda? Maka jawabannya adalah tidak.
            Yang terjadi justru sebaliknya, Salman rela dengan keputusan keluarga wanita itu. Lalu dalam salah satu riwayat, Salman berkata,

Aku menghendaki wanita itu, namun ia menghendaki Abu Darda.

            Dan dalam riwayat lain Salman berkata,

Semua mahar dan nafkah yang kupersiapkan ini akan aku serahkan pada Abu Darda’, dan aku akan menjadi saksi pernikahan kalian

            Sebuah kisah yang benar-benar menggugah. Membuktikan bahwa cinta bukanlah suatu yang liar, melainkan mampu dikendalikan. Dan Salman telah membuktikannya. Ia tidak diperbudak dengan cinta dan nafsunya. Namun ia melihat lewat kacamata keikhlasan. Ia tidak pernah memaksakan kehendak cintanya. Karena ia tahu bagaimana sebenarnya cinta yang matang. Ia tahu bahwa cinta yang sempurna datang dari hati yang kuat dan bukan hati yang labil
            Sementara itu, ada lagi salah satu kisah unik dari Ibnul Qayyim al-Jauziyah.
            Dahulu Ibnul Qayyim jatuh cinta pada salah satu puteri Imam Al-Mizzi (salah satu ulama ahlussunnah). Ia sangat mencintainya. Namun ternyata Imam al-Mizzi tidaklah menikahkan puterinya dengan Ibnul Qayyim, melainkan dengan Ibnu Katsir, murid Ibnul Qayyim sendiri.
            Apakah dengan itu lantas Ibnul Qayyim marah pada Ibnu Katsir? Tidak. Lihatlah bagaimana orang-orang cemerlang menjadikan cinta itu sebuah kata kerja, sebuah kata yang ia sendiri yang mengendalikannya.
            Penutup
            Karena itu, patah hati bukanlah sebuah alasan. Bukan pula menjadi penghalang. Karena cinta itu butuh ujian untuk semakin mematangkannya. Cinta yang sempurna muncul dari hati yang kuat. Pahamilah bahwa cinta itu luas dan bukan sekedar permainan belaka. Hidupkan cintamu dengan cinta, dan jangan hentikan curahan cintamu itu hanya karena patah hati. Bangkitlah dari keterpurukanmu!
            Wallahu a’lam.

MACAM-MACAM CINTA

Cinta bukan mengajar kita lemah, tetapi membangkitkan kekuatan. Cinta bukan mengajar kita menghinakan diri, tetapi menghembuskan kegagahan. Cinta bukan melemahkan semangat, tetapi membangkitkan semangat.
-Hamka-
Cinta? Mau membicarakan tentang apa? Kisah cinta sinetron? Kisah cinta romantis dan dramatis? Atau happy ending? Tenang, cinta itu sangatlah luas. Sementara itu, bila cinta hanya dibatasi dengan cinta yang sering kita temui dalam roman picisan, maka hal itu tentu saja sebuah kesalahan yang besar. Karena dengan itu berarti cinta itu adalah ibadah kepada hawa nafsu. Na’udzubillahi min dzalik! 
            Pembatasan mengenai cinta itu benar-benar sebuah kesalahan fatal. Karena itu berarti bahwa pandangannya sempit dan hanya dari satu sisi. Bisa dari sisi sinetron, sisi roman picisan, atau sisi puteri Disney. Pernahkah kita berpikir bagaimana melihat cinta itu dari seluruh sisi sehingga kita bisa memahaminya secara sempurna? Karena pemahaman kebanyakan orang mengenai cinta di zaman sekarang begitu dangkal. Lalu, apa solusinya?
            Dalam salah satu kitabnya yang terkenal, ad-Daa’ wa ad-Dawaa’, Ibnul Qayyim al-Jauziyah telah mengklasifikasikan 5 macam cinta yang bersemi di hati manusia. 5 macam cinta yang mampu membangun kepribadian menjadi lebih baik atau bahkan menjatuhkan kepribadian itu kepada hal yang nista. 5 macam cinta itu adalah,
            Yang pertama, Mahabbatullah (cinta kepada Allah)
            Hal ini saja belum cukup untuk menyelamatkan seseorang dari adzab Allah dan memperoleh amal kebaikan serta pahala dariNya. Sebab, kaum musyrikin, kaum Nasrani, Yahudi, dan selain mereka adalah juga mencintai Allah.
            Hal ini menunjukkan kita satu hal, bahwa jika hanya sekedar berlandaskan cinta dan keikhlasan namun melupakan aspek ittiba’ kepada suri tauladan kita, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, maka hal itu adalah percuma dan sia-sia. Karena jika tidak berittiba’ maka tentunya tidak memiliki pedoman dalam beribadah dan keseharian sebagai seorang muslim.
            Yang kedua, Mahabbatu maa yuhibbullah (mencintai perkara yang dicintai Allah)
            Cinta yang seperti inilah yang mampu memasukkan pelakunya ke dalam Islam dan mengeluarkan pelakunya dari kekufuran. Karena jika kita mengaku seorang muslim, maka sudah seharusnya kita juga turut mencintai apa yang dicintai Allah. Seperti misalnya shalat, shaum, zakat, dll.
            Dan apabila kita justru seseorang membencinya, maka sungguh! Ia telah keluar dari Islam dan masuk kepada kekufuran. Sejarah telah membuktikan ketika saat-saat pasca Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam atau di awal masa pemerintahan Abu Bakar ash-Shiddiq, banyak diantara kaum muslimin yang menolak untuk membayar zakat. Sehingga pada akhirnya Abu Bakar memutuskan untuk menumpas mereka karena mereka telah keluar dari Islam.
            Hal inilah yang sudah sering terjadi di masyarakat kita masa kini. Mereka mengaku Islam, namun mereka dengan mudahnya meninggalkan perkara-perkara yang telah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam contohkan dalam kepribadian beliau yang agung (bahkan syariat Islam sendiri dihujat). Padahal, sudah jelas bahwa hal-hal yang telah mereka tinggalkan adalah sesuatu yang dicintai Allah. Seseorang yang telah mengaku cinta tidak mungkin dengan seenaknya meninggalkan perkara yang ia cintai, bukan? Karena itu, jika kita mengaku seorang muslim, maka cintailah apa yang dicintai Allah!
            Yang ketiga, Al-Hubb lillah wa fillah (mencintai karena Allah dan dalam ketaatan kepadaNya)
            Hal ini merupakan syarat dari mencintai perkara yang dicintaiNya. Sungguh! Mencintai sesuatu sesuatu yang dicintai tidak akan tegak, melainkan dengan mencintai Allah dan dalam ketaatan kepadanya.
            Kita sering mendengar bahwa yang namanya cinta itu adalah sementara dan singkat. Padahal, cinta itu sendiri bisa bertahan bila kita memiliki pondasi yang kuat. Pondasi itu bernama aqidah. Cinta tidak akan bertahan lama bila cinta itu hanya berlandaskan nafsu semata. Namun cinta karena Allah dan dalam ketaatan kepadaNya, maka insya Allah akan terus bertahan.
            Sering kita dengar cekcok antara suami istri, adik dengan kakak, seorang muslim dengan muslim yang lain. Tentu saja hal ini menunjukkan bahwa mereka belum terikat dalam satu ikatan cinta yang dulu telah mengikat kaum Aus dan Khazraj serta kaum muhajirin dan kaum anshar. Ikatan cinta para salafusshalih benar-benar kuat. Tidak bisa dibayangkan bagaimana besarnya cinta para sahabat pada Rasulullah shallalahu ‘alaihi wasallam. Mereka rela menjadi perisai hidup demi membela sang kekasih tercinta. Bahkan Muawiyah yang dulu ketika ia masih musyrik sempat berkata di tengah-tengah eksekusi Zaid bin ad-Datsinah (dalam riwayat lain Khubaib bin Adi, wallahu a’lam),
Belum pernah aku melihat seseorang mencintai sahabatnya demikian rupa seperti sahabat-sahabat Muhammad mencintai Muhammad
            Mengapa bisa demikian? Karena mereka mencintai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam karena Allah, dan mereka benar-benar dalam ketaatan yang sulit dibayangkan. Loyalitas mereka kepada Islam tidak perlu lagi dipertanyakan. Karena itu, kisah cinta mereka merupakan sebuah kisah legendaris yang harum namanya sepanjang zaman.
            Yang keempat, Al-Mahabbatu ma’allah (mencintai selain Allah bersama Allah)
            Ini adalah kecintaan yang syirik. Barang siapa yang mencintai sesuatu bersama Allah bukan karena Allah, bukan sebagai sarana kepadaNya, dan bukan dalam ketaatan kepadaNya, maka dia telah menjadikan sesuatu tersebut sebagai tandingan bagi Allah. Seperti inilah kecintaan kaum musyrikin. Dan memang, cinta ini adalah kesyirikan! Bahwa mereka telah berani menyetarakan Allah dengan dzat yang lain. Mereka menganggap bahwa dzat yang mereka yakini lebih mendatangkan maslahat dan manfaat pada dirinya dan orang lain. Padahal justru sebaliknya, mereka telah mengundang adzab Allah!
            Contoh nyata dalam masyarakat kita adalah sesajen kepada ‘penunggu’ agar mereka dilindungi dari mara bahaya. Sungguh, ini adalah sebuah kesyirikan yang nyata!
            Dalam kasus lain, mereka membuat hal-hal yang baru untuk dicintai secara berlebih-lebihan sehingga menyebabkan kultus. Yang dengan kultus itu ia akan menutup mata pada kebenaran dari orang lain dan kesalahan dari apa yang ia kultuskan. Semoga Allah melindungi kita dari cinta yang semacam ini.
            Yang kelima, cinta yang sejalan dengan tabiat.
            Bentuknya adalah kecenderungan seseorang terhadap perkara yang sesuai dengan tabiatnya, seperti seorang yang haus mencintai air, yang lapar mencintai makanan, seseorang mencintai isteri dan anaknya, dll. Kecintaan ini sebenarnya tidaklah tercela, kecuali jika tabiat cinta tersebut melalaikan dari mengingat Allah dan yang menyibukkan hamba dari mencintaiNya serta taat kepadaNya.
            Sebagaimana yang telah Allah firmankan,
Hai orang-orang beriman, janganlah hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa yang berbuat demikian Maka mereka Itulah orang-orang yang merugi.
(QS Al-Munafiquun: 9)
...yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak (pula) oleh jual beli dari mengingati Allah, dan (dari) mendirikan shalat, dan (dari) membayar zakat. Mereka takut kepada suatu hari yang (di hari itu) hati dan penglihatan menjadi goncang.
(QS An-Nuur: 37)
            Wallahu a’lam.

Definisi CINTA Dalam Al Qur’an

Kata cinta dalam Al Qur’an disebut Hubb (mahabbah) dan Wudda (mawaddah), keduanya memiliki arti yang sama yaitu menyukai, senang, menyayangi.

Sebagaimana dalam QS Ali Imron : 14 “Dijadikan indah dalam pandangan manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allah lah tempat kembali yang baik (syurga).” Dalam ayat ini Hubb adalah suatu naluri yang dimiliki setiap manusia tanpa kecuali baik manusia beriman maupun manusia durjana.

Adapun Wudda dalam QS Maryam : 96 “ Sesungguhnya orang-orang beriman dan beramal sholeh, kelak Allah yang maha pemurah akan menanamkan dalam hati mereka kasih sayang ” jadi Wudda (kasih sayang) diberikan Allah sebagai hadiah atas keimanan, amal sholeh manusia. Dipertegas lagi dalam QS Ar Rum : 21 “ Dan diantara tanda-tanda kekuasaanNya ialah ia menciptakan untukmu dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung merasa tentram kepadanya, dan dijadikanNya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.” Dalam ayat inipun Allah menggambarkan ‘cenderung dan tentram’ yang dapat diraih dengan pernikahan oleh masing-masing pasangan akan diberi hadiah (ja’ala) kasih sayang dan rahmat.

Dalam fil gharibil Qur’an dijelaskan bahwa hubb sebuah cinta yang meluap-luap, bergejolak. Sedangkan Wudda adalah cinta yang berupa angan-angan dan tidak akan terraih oleh manusia kecuali Allah menghendakinya, hanya Allah yang akan memberi cinta Nya kepada hamba yang dkehendakiNya. Allah yang akan mempersatukan hati mereka. Walaupun kamu belanjakan seluruh kekayaan yang ada di bumi, niscaya kamu tidak akan mendapatkan kebahagiaan cinta jika Allah tidak menghendakiNya. Oleh karena itu terraihnya cinta—wudda pada satu pasangan itu karena kualitas keimanan ruhani pasangan tersebut. Semakin ia mendekatkan diri kepada sang Maha Pemilik Cinta maka akan semakin besarlah wudda yang Allah berikan pada pasangan tersebut.

Cinta inilah yang tidak akan luntur sampai di hari akhir nanti sekalipun maut memisahkannya, cinta yang atas nama Allah, mencintai sesuatu atau seseorang demi dan untuk Allah.

Selasa, 03 Januari 2012

MEMBUAT HOT SPOT SEDERHANA

Bagaimana sih caranya membangun hotspot area sederhana ?
Banyak sekali pertanyaan yang muncul baik di milis-milis maupun forum forum di internet.
Sebenarnya saat ini sangat mudah membangun sebuah hotspot sederhana, baik digunakan di rumah, di kantor, di sekolah, di kampus, di cafe, di mall, di manapun anda berada.
Hal ini dimungkinkan karena kemajuan teknologi sehingga memungkinkan orang yang tidak paham mengenai IT pun bisa menghadirkan hotspot area di tempat yang diinginkan.
Banyak sekali vendor yang telah menyediakan WIreless Router / WIreless Access Point yang mana hanya perlu sedikit melakukan konfigurasi pada WIreless Device.
Hanya tinggal menyalakan Power dari Wireless Device, sambungkan ke modem/ switch yang ada, langsung HotSpot area telah tersedia dan dapat digunakan.
Namun ada juga alat yang perlu di konfigurasi terlebih dahulu. Namun tentunya pihak vendor telah memberikan banyak kemudahan untuk user dalam menghadirkan HotSpot are.
Yang dibutuhkan di suatu tempat untuk menghadirkan HotSpot adalah sbb:
  1. Akses Internet
    Anda dapat berlangganan dengan ISP manapun di daerah anda, baik dengan teknologi 3G, CDMA, EDVO, Wireless, Broadband, Kabel, dan Fiber Optik Connection.
  2. Modem
    Bila sudah terkoneksi ke internet pasti sudah ada modem untuk menghubungkan lokasi anda dengan lokasi ISP.
  3. WIreless Router
    Banyak tipe wireless Router yang dapat anda gunakan, Salah satunya Linksys WRT54-GL yang berbasiskan Linux.
  4. Client WIreless
    Misalnya Laptop anda, pada umumnya semua laptop sudah memiliki fasilitas Wireless.
Kemudian masing-masing HotSpot Area tentunya memiliki spesifikasi sistem keamanan yang berbeda-beda. Ada yang menggunakan Password key, misalnya menggunakan WEP, WPA, WPA-PSK, Radius, dan metoda enkripsi lain lain.
Metoda enkripsi ini akan kita bahas di kesempatan yang lain.
Nah tentunya semua sistem keamanan tersebut memiliki kelemahan dan kelebihan masing-masing. Salah satunya pada sistem kami menggunakan metoda keamanan Username dan Password untuk login.
Kelebihannya adalah saat user hendak mengkoneksikan laptopnya, user tidak melakukan perubahan setting apapun, semua serba otomatis, dan saat pertama kali hendak browsing, user akan diminta untuk memasukkan Username dan password, tentunya didapatkan dari anda pemilik hotspot, yang mana berupa voucher.
Dengan demikian HotSpot Area sebenarnya mudah pengoperasaiannya, hanya saja jangan sampai HotSpot area anda digunakan oleh pihak yang tidak berhak. Salah satu cara mengamankannya adalah dengan menggunakan sistem Security pada hotspot anda.

Kumpulan Tutorial Mikrotik

Load balancing multiple same subnet links

Summary

This example demonstrates how to set up load balancing if provider is giving IP addresses from the same subnet for all links.

Application Example

File:two-link-example.png
Provider is giving us two links with IP addresses from the same network range (10.1.101.10/24 and 10.1.101.18/24). Gateway for both of these links is the same 10.1.101.1

Configuration

Here is the whole configuration for those who want to copy&paste
/ip address add address=10.1.101.18/24 interface=ether1  add address=10.1.101.10/24 interface=ether2 add address=192.168.1.1/24 interface=Local add address=192.168.2.1/24 interface=Local  /ip route add gateway=10.1.101.1 add gateway=10.1.101.1%ether1 routing-mark=first add gateway=10.1.101.1%ether2 routing-mark=other  /ip firewall nat add action=masquerade chain=srcnat out-interface=ether1 add action=masquerade chain=srcnat out-interface=ether2  /ip firewall mangle add action=mark-routing chain=prerouting src-address=192.168.1.0/24 new-routing-mark=first add action=mark-routing chain=prerouting src-address=192.168.2.0/24 new-routing-mark=other  

IP address

In previous RouterOS version multiple IP addresses from the same subnet on different interfaces were not allowed. Fortunately v4 allows such configurations.
In this example our provider assigned two upstream links, one connected to ether1 and other to ether2. Our local network has two subnets 192.168.1.0/24 and 192.168.2.0/24
/ip address add address=10.1.101.18/24 interface=ether1  add address=10.1.101.10/24 interface=ether2 add address=192.168.1.1/24 interface=Local add address=192.168.2.1/24 interface=Local 
After IP address is set up, connected route will be installed as ECMP route
[admin@MikroTik] /ip route> print detail  0 ADC  dst-address=10.1.101.0/24 pref-src=10.1.101.18 gateway=ether1,ether2          gateway-status=ether1 reachable,ether2 reachable distance=0 scope=10 
Note: Routing filters can be used to adjust preferred source if needed


Mangle and NAT

In our example very simple policy routing is used. Clients from 192.168.1.0/24 subnet is marked to use "first" routing table and 192.168.2.0/24 to use "other" subnet.
Note: The same can be achieved by setting up route rules instead of mangle.


/ip firewall mangle add action=mark-routing chain=prerouting src-address=192.168.1.0/24 new-routing-mark=first add action=mark-routing chain=prerouting src-address=192.168.2.0/24 new-routing-mark=other 
And masquerade our local networks
/ip firewall nat add action=masquerade chain=srcnat out-interface=ether1 add action=masquerade chain=srcnat out-interface=ether2 
Warning: You will also have to deal with traffic coming to and from the router itself. For explanations look at PCC configuration example.

IP route

We are adding two gateways, one to resolve in "first" routing table and another to "other" routing table.
/ip route add gateway=10.1.101.1%ether1 routing-mark=first add gateway=10.1.101.1%ether2 routing-mark=other 
Interesting part of these routes is how we set gateway. gateway=10.1.101.1%ether1 means that gateway 10.1.101.1 will be explicitly reachable over ether1
[admin@MikroTik] /ip route> print detail  Flags: X - disabled, A - active, D - dynamic,  C - connect, S - static, r - rip, b - bgp, o - ospf, m - mme,  B - blackhole, U - unreachable, P - prohibit   0 A S  dst-address=0.0.0.0/0 gateway=10.1.101.1%ether2          gateway-status=10.1.101.1 reachable ether2 distance=1 scope=30          target-scope=10 routing-mark=other    1 A S  dst-address=0.0.0.0/0 gateway=10.1.101.1%ether1          gateway-status=10.1.101.1 reachable ether1 distance=1 scope=30          target-scope=10 routing-mark=first   
Finally, we have one additional entry specifying that traffic from the router itself (the traffic without any routing marks) will be resolved in main routing table.
/ip route add gateway=10.1.101.1 

MPLS over PPPoE in MIKROTIK

This example shows how to set up MPLS network over PPPoE interfaces.

Example network

Image:mpls-pppoe-f.png
As you ca see from illustration above, router R2 is pppoe server and routers R3 and R4 are pppoe clients. Our goal is to run MPLS on this network.
When running MPLS over PPPoE or other tunnels you have to deal with MTU issues. Tunnels add more overhead (in our case PPPoE adds 8 more bytes). To be able to forward 1500 byte IP packet without fragmentation we will need interface that supports
1500 (IP frame)
+ 8 (PPPoE header)
+ 4 (MPLS header)
= 1512bytes
From RouterBoard MTU table you can check if RouterBoard supports 1512 L2MTU.
Lets say that R2 is RB433 and pppoe clients are connected to ether2. From the table you can see that max supported l2MTU for this interface is 1522.
It means that router will be able to forward packets without fragmentations.
Note: Since v5.0 is added proper support for MPLS over PPP. Now by default MPLS is disabled, to enable it go to
/ppp profile menu and set use-mpls=yes


Configuration

R1

/system identity set name=R1  # add loopback interface /interface bridge  add name=loopback /ip address add address=10.255.255.1/32 interface=loopback add address=172.16.0.1/30 interface=ether1  #set up ospf /routing ospf instance set default redistribute-connected=as-type-1 /routing ospf network add network=172.16.0.0/30 area=backbone  # set up MPLS/LDP /mpls interface set 0 mpls-mtu=1512 /mpls ldp set enabled=yes lsr-id=10.255.255.1 transport-address=10.255.255.1 /mpls ldp interface add interface=ether1  

R2

Note that we have to add static interface for each PPPoE clients, because later on these interfaces will be added to LDP configuration.
/system identity set name=R2  # add loopback interface /interface bridge  add name=loopback /ip address add address=10.255.255.2/32 interface=loopback add address=172.16.0.2/30 interface=ether1  # set up pppoe /interface pppoe-server server  add interface=ether2 service-name=mpls max-mru=1500 max-mtu=1500  /ppp secret  add name=mplsR3 service=pppoe remote-address=192.168.0.2 local-address=192.168.0.1 add name=mplsR4 service=pppoe remote-address=192.168.0.3 local-address=192.168.0.1  /interface pppoe-server add name="mplsR3" user="mplsR3" service="mpls"  add name="mplsR4" user="mplsR4" service="mpls"  #set up ospf /routing ospf instance set default redistribute-connected=as-type-1 /routing ospf network add network=172.16.0.0/30 area=backbone add network=192.168.0.2/32 area=backbone add network=192.168.0.3/32 area=backbone  # set up MPLS/LDP /mpls interface set 0 mpls-mtu=1512 /mpls ldp set enabled=yes lsr-id=10.255.255.2 transport-address=10.255.255.2 /mpls ldp interface add interface=ether1 add interface=mplsR3 add interface=mplsR4 

R3

/system identity set name=R3  # add loopback interface /interface bridge  add name=loopback /ip address add address=10.255.255.3/32 interface=loopback  # set up pppoe /interface pppoe-client  add name="mplsR3" max-mtu=1500max-mru=1500 interface=ether2 user="mplsR3" service-name=mpls  #set up ospf /routing ospf instance set default redistribute-connected=as-type-1 /routing ospf network add network=192.168.0.1/32 area=backbone  # set up MPLS/LDP /mpls interface set 0 mpls-mtu=1512 /mpls ldp set enabled=yes lsr-id=10.255.255.3 transport-address=10.255.255.3 /mpls ldp interface add interface=mplsR3  

R4

/system identity set name=R4  # add loopback interface /interface bridge  add name=loopback /ip address add address=10.255.255.4/32 interface=loopback  # set up pppoe /interface pppoe-client  add name="mplsR4" max-mtu=1500 max-mru=1500 interface=ether2 user="mplsR4" service-name=mpls  #set up ospf /routing ospf instance set default redistribute-connected=as-type-1 /routing ospf network add network=192.168.0.1/32 area=backbone  # set up MPLS/LDP /mpls interface set 0 mpls-mtu=1512 /mpls ldp set enabled=yes lsr-id=10.255.255.4 transport-address=10.255.255.4 /mpls ldp interface add interface=mplsR4  

Testing

At first make sure pppoe clients are connected successfully
[admin@R2] /ppp active> print  Flags: R - radius   #   NAME         SERVICE CALLER-ID         ADDRESS         UPTIME   ENCODING    0   mplsR3       pppoe   00:0C:42:21:F1:EA 192.168.0.2     46m                  1   mplsR4       pppoe   00:0C:42:21:F1:ED 192.168.0.3     46m55s   
Check if OSPF is running properly
[admin@R2] /routing ospf neighbor> print   0 router-id=10.255.255.1 address=172.16.0.1 interface=wlan1 priority=1     dr-address=172.16.0.2 backup-dr-address=172.16.0.1 state="Full"     state-changes=5 ls-retransmits=0 ls-requests=0 db-summaries=0     adjacency=5m19s    1 router-id=10.255.255.3 address=192.168.0.2 interface=mplsR3 priority=1     dr-address=0.0.0.0 backup-dr-address=0.0.0.0 state="Full" state-changes=4     ls-retransmits=0 ls-requests=0 db-summaries=0 adjacency=49m33s    2 router-id=10.255.255.4 address=192.168.0.3 interface=mplsR4 priority=1     dr-address=0.0.0.0 backup-dr-address=0.0.0.0 state="Full" state-changes=4     ls-retransmits=0 ls-requests=0 db-summaries=0 adjacency=50m31s   
Ensure LDP is running
[admin@R2] /mpls ldp neighbor> print  Flags: X - disabled, D - dynamic, O - operational, T - sending-targeted-hello,  V - vpls   #      TRANSPORT       LOCAL-TRANSPORT PEER                       SEN  0 DO   10.255.255.3    10.255.255.2    10.255.255.3:0             no   1 DO   10.255.255.4    10.255.255.2    10.255.255.4:0             no   2 DO   10.255.255.1    10.255.255.2    10.255.255.1:0             no  
[admin@R2] /mpls forwarding-table> print  Flags: L - ldp, V - vpls, T - traffic-eng   #   IN-LABEL      OUT-LABELS  DESTINATION                    I NEXTHOP          0   expl-null      1 L 20                        192.168.0.1/32                 m 192.168.0.3      2 L 21                        10.255.255.4/32                m 192.168.0.3      3 L 22                        10.255.255.3/32                m 192.168.0.2      4 L 23                        10.255.255.1/32                w 172.16.0.1       5 L 24                        192.168.88.0/24                w 172.16.0.1   
Now we can check if packet switching is working as expected
[admin@R4] /mpls ldp neighbor> /tool traceroute 10.255.255.1 src-address=10.255.255.4      ADDRESS                                    STATUS    1     192.168.0.1 13ms 19ms 143ms                       mpls-label=23    2    10.255.255.1 38ms 15ms 14ms 

VPLS over PPPoE

Overview

This example extends previous setup by connecting two local networks using VPLS tunnel

Example network

Image:mpls-pppoe-vpls.png

Simple Static Routing

Introduction

Let's look on the simplest network example, when we have one router for different computers.
Image:SR1.png
Computers are connected to router directly. Generally packets are sent by the simple path, for example client 192.168.0.2 wants to open one web page. Packets path is:
  • 192.168.0.2 checks routing table, web page does not belong to any DST-address network, which is present in /ip route table;
  • 192.168.0.2 uses default gateway, it is 192.168.0.1 the address of the router. Default gateway network is 0.0.0.0/0 or everything except destinations for other present routes;

Fitur Mikrotik RouterOS

Penanganan Protokol TCP/IP:
  • Firewall and NAT - stateful packet filtering; Peer-to-Peer protocol filtering; source and destination NAT; classification by source MAC, IP addresses, ports, protocols, protocol options, interfaces, internal marks, content, matching frequency
  • Routing - Static routing; Equal cost multi-path routing; Policy based routing (classification by source and destination addresses and/or by firewall mark); RIP v1 / v2, OSPF v2, BGP v4
  • Data Rate Management - per IP / protocol / subnet / port / firewall mark; HTB, PCQ, RED, SFQ, byte limited queue, packet limited queue; hierarchical limitation, CIR, MIR, contention ratios, dynamic client rate equalizing (PCQ)
  • HotSpot - HotSpot Gateway with RADIUS authentication/accounting; data rate limitation; traffic quota; real-time status information; walled-garden; customized HTML login pages; iPass support; SSL secure authentication
  • Point-to-Point tunneling protocols - PPTP, PPPoE and L2TP Access Concentrators and clients; PAP, CHAP, MSCHAPv1 and MSCHAPv2 authentication protocols; RADIUS authentication and accounting; MPPE encryption; compression for PPPoE; data rate limitation; PPPoE dial on demand
  • Simple tunnels - IPIP tunnels, EoIP (Ethernet over IP)
  • IPsec - IP security AH and ESP protocols; Diffie-Hellman groups 1,2,5; MD5 and SHA1 hashing algorithms; DES, 3DES, AES-128, AES-192, AES-256 encryption algorithms; Perfect Forwarding Secresy (PFS) groups 1,2,5
  • Web proxy - FTP, HTTP and HTTPS caching proxy server; transparent HTTP caching proxy; SOCKS protocol support; support for caching on a separate drive; access control lists; caching lists; parent proxy support
  • Caching DNS client - name resolving for local use; Dynamic DNS Client; local DNS cache with static entries
  • DHCP - DHCP server per interface; DHCP relay; DHCP client; multiple DHCP networks; static and dynamic DHCP leases
  • Universal Client - Transparent address translation not depending on the client's setup
  • VRRP - VRRP protocol for high availability
  • UPnP - Universal Plug-and-Play support
  • NTP - Network Time Protocol server and client; synchronization with GPS system
  • Monitoring/Accounting - IP traffic accounting, firewall actions logging
  • SNMP - read-only access
  • M3P - MikroTik Packet Packer Protocol for Wireless links and Ethernet
  • MNDP - MikroTik Neighbor Discovery Protocol; also supports Cisco Discovery Protocol (CDP)
  • Tools - ping; traceroute; bandwidth test; ping flood; telnet; SSH; packet sniffer

Layer 2 connectivity
  • Wireless - IEEE802.11a/b/g wireless client and Access Point; Wireless Distribution System (WDS) support; virtual AP; 40 and 104 bit WEP; access control list; authentication on RADIUS server; roaming (for wireless client); Access Point bridging
  • Bridge - spanning tree protocol; multiple bridge interfaces; bridge firewalling
  • VLAN - IEEE802.1q Virtual LAN support on Ethernet and WLAN links; multiple VLANs; VLAN bridging
  • Synchronous - V.35, V.24, E1/T1, X.21, DS3 (T3) media types; sync-PPP, Cisco HDLC, Frame Relay line protocols; ANSI-617d (ANDI or annex D) and Q933a (CCITT or annex A) Frame Relay LMI types
  • Asynchronous - serial PPP dial-in / dial-out; PAP, CHAP, MSCHAPv1 and MSCHAPv2 authentication protocols; RADIUS authentication and accounting; onboard serial ports; modem pool with up to 128 ports; dial on demand
  • ISDN - ISDN dial-in / dial-out; PAP, CHAP, MSCHAPv1 and MSCHAPv2 authentication protocols; RADIUS authentication and accounting; 128K bundle support; Cisco HDLC, x75i, x75ui, x75bui line protocols; dial on demand
  • SDSL - Single-line DSL support; line termination and network termination modes

Hardware requirements
  • CPU and motherboard - advanced 4th generation (core frequency 100MHz or more), 5th generation (Intel Pentium, Cyrix 6X86, AMD K5 or comparable) or newer uniprocessor Intel IA-32 (i386) compatible (multiple processors are not supported)
  • RAM - minimum 48 MB, maximum 1 GB; 64 MB or more recommended
  • Hard Drive/Flash - standard ATA interface controller and drive (SCSI and USB controllers and drives are not supported; RAID controllers that require additional drivers are not supported) with minimum of 64 MB space

Hardware needed for installation time only

Depending on installation method chosen the router must have the following hardware:
  • Floppy-based installation - standard AT floppy controller and 3.5'' disk drive connected as the first floppy disk drive (A); AT, PS/2 or USB keyboard; VGA-compatible video controller card and monitor
  • CD-based installation - standard ATA/ATAPI interface controller and CD drive supporting "El Torito" bootable CDs (you might need also to check if the router's BIOS supports booting from this type of media); AT, PS/2 or USB keyboard; VGA-compatible video controller card and monitor
  • Floppy-based network installation - standard AT floppy controller and 3.5'' disk drive connected as the first floppy disk drive (A); PCI Ethernet network interface card supported by MikroTik RouterOS (see the Device Driver List for the list)
  • Full network-based installation - PCI Ethernet network interface card supported by MikroTik RouterOS (see the Device Driver List for the list) with PXE or EtherBoot extension booting ROM (you might need also to check if the router's BIOS supports booting from network)

Configuration possibilities

RouterOS provides powerful command-line configuration interface. You can also manage the router through WinBox - the easy-to-use remote configuration GUI for Windows -, which provides all the benefits of the command-line interface, without the actual "command-line", which may scare novice users. Major features:
  • Clean and consistent user interface
  • Runtime configuration and monitoring
  • Multiple connections
  • User policies
  • Action history, undo/redo actions
  • safe mode operation
  • Scripts can be scheduled for executing at certain times, periodically, or on events. All command-line commands are supported in scripts

When router is not configured, there are only two ways to configure it:
  • Local terminal console - AT, PS/2 or USB keyboard and VGA-compatible video controller card with monitor
  • Serial console - First RS232 asynchronous serial port (usually, onboard port marked as COM1), which is by default set to 9600bit/s, 8 data bits, 1 stop bit, no parity
After the router is configured, it may be managed through the following interfaces:
  • Local teminal console - AT, PS/2 or USB keyboard and VGA-compatible video controller card with monitor
  • Serial console - any (you may choose any one; the first, also known as COM1, is used by default) RS232 asynchronous serial port, which is by default set to 9600bit/s, 8 data bits, 1 stop bit, no parity
  • Telnet - telnet server is running on 23 TCP port by default
  • SSH - SSH (secure shell) server is running on 22 TCP port by default (available only if security package is installed)
  • MAC Telnet - MikroTik MAC Telnet potocol server is by default enabled on all Ethernet-like interfaces
  • Winbox - Winbox is a RouterOS remote administration GUI for Windows, that use 3986 TCP port (or 3987 if security package is installed)

Load Balance menggunakan Metode PCC

Load balance pada mikrotik adalah teknik untuk mendistribusikan beban trafik pada dua atau lebih jalur koneksi secara seimbang, agar trafik dapat berjalan optimal, memaksimalkan throughput, memperkecil waktu tanggap dan menghindari overload pada salah satu jalur koneksi. Selama ini banyak dari kita yang beranggapan salah, bahwa dengan menggunakan loadbalance dua jalur koneksi , maka besar bandwidth yang akan kita dapatkan menjadi dua kali lipat dari bandwidth sebelum menggunakan loadbalance (akumulasi dari kedua bandwidth tersebut).

Hal ini perlu kita perjelas dahulu, bahwa loadbalance tidak akan menambah besar bandwidth yang kita peroleh, tetapi hanya bertugas untuk membagi trafik dari kedua bandwidth tersebut agar dapat terpakai secara seimbang.

Dengan artikel ini, kita akan membuktikan bahwa dalam penggunaan loadbalancing tidak seperti rumus matematika 512 + 256 = 768, akan tetapi 512 + 256 = 512 + 256, atau 512 + 256 = 256 + 256 + 256. Pada artikel ini kami menggunakan RB433UAH dengan kondisi sebagai berikut :
  1. Ether1 dan Ether2 terhubung pada ISP yang berbeda dengan besar bandwdith yang berbeda. ISP1 sebesar 512kbps dan ISP2 sebesar 256kbps.
  2. Kita akan menggunakan web-proxy internal dan menggunakan openDNS.
  3. Mikrotik RouterOS anda menggunakan versi 4.5 karena fitur PCC mulai dikenal pada versi 3.24.
Jika pada kondisi diatas berbeda dengan kondisi jaringan ditempat anda, maka konfigurasi yang akan kita jabarkan disini harus anda sesuaikan dengan konfigurasi untuk jaringan ditempat anda.

Konfigurasi Dasar

Berikut ini adalah Topologi Jaringan dan IP address yang akan kita gunakan




/ip address add address=192.168.101.2/30 interface=ether1 add address=192.168.102.2/30 interface=ether2 add address=10.10.10.1/24 interface=wlan2 /ip dns set allow-remote-requests=yes primary-dns=208.67.222.222 secondary-dns=208.67.220.220

Untuk koneksi client, kita menggunakan koneksi wireless pada wlan2 dengan range IP client 10.10.10.2 s/d 10.10.10.254 netmask 255.255.255.0, dimana IP 10.10.10.1 yang dipasangkan pada wlan2 berfungsi sebagai gateway dan dns server dari client. Jika anda menggunakan DNS dari salah satu isp anda, maka akan ada tambahan mangle yang akan kami berikan tanda tebal Setelah pengkonfigurasian IP dan DNS sudah benar, kita harus memasangkan default route ke masing-masing IP gateway ISP kita agar router meneruskan semua trafik yang tidak terhubung padanya ke gateway tersebut. Disini kita menggunakan fitur check-gateway berguna jika salah satu gateway kita putus, maka koneksi akan dibelokkan ke gateway lainnya.

-------------------------------------------------------------------------------------------------
/ip route add dst-address=0.0.0.0/0 gateway=192.168.101.1 distance=1 check-gateway=ping add dst-address=0.0.0.0/0 gateway=192.168.102.1 distance=2 check-gateway=ping
-------------------------------------------------------------------------------------------------

Untuk pengaturan Access Point sehingga PC client dapat terhubung dengan wireless kita, kita menggunakan perintah

-------------------------------------------------------------------------------------------------
/interface wireless set wlan2 mode=ap-bridge band=2.4ghz-b/g ssid=Mikrotik disabled=no
-------------------------------------------------------------------------------------------------
Agar pc client dapat melakukan koneksi ke internet, kita juga harus merubah IP privat client ke IP publik yang ada di interface publik kita yaitu ether1 dan ether2.

-------------------------------------------------------------------------------------------------
/ip firewall nat add action=masquerade chain=srcnat out-interface=ether1 add action=masquerade chain=srcnat out-interface=ether2
-------------------------------------------------------------------------------------------------

Sampai langkah ini, router dan pc client sudah dapat melakukan koneksi internet. Lakukan ping baik dari router ataupun pc client ke internet. Jika belum berhasil, cek sekali lagi konfigurasi anda.


Webproxy Internal
Pada routerboard tertentu, seperti RB450G, RB433AH, RB433UAH, RB800 dan RB1100 mempunyai expansion slot (USB, MicroSD, CompactFlash) untuk storage tambahan.

Pada contoh berikut, kita akan menggunakan usb flashdisk yang dipasangkan pada slot USB. Untuk pertama kali pemasangan, storage tambahan ini akan terbaca statusnya invalid di /system store. Agar dapat digunakan sebagai media penyimpan cache, maka storage harus diformat dahulu dan diaktifkan Nantinya kita tinggal mengaktifkan webproxy dan set cache-on-disk=yes untuk menggunakan media storage kita. Jangan lupa untuk membelokkan trafik HTTP (tcp port 80) kedalam webproxy kita.------------------------------------------------------------------------------------------------- /store disk format-drive usb1
/store add disk=usb1 name=cache-usb type=web-proxy activate cache-usb
/ip proxy set cache-on-disk=yes enabled=yes max-cache-size=200000KiB port=8080

/ip firewall nat add chain=dstnat protocol=tcp dst-port=80 in-interface=wlan2 action=redirect to-ports=8080
-------------------------------------------------------------------------------------------------
Pengaturan Mangle

Pada loadbalancing kali ini kita akan menggunakan fitur yang disebut PCC (Per Connection Classifier).
  • Dengan PCC kita bisa mengelompokan trafik koneksi yang melalui atau keluar masuk router menjadi beberapa kelompok.
  • Pengelompokan ini bisa dibedakan berdasarkan src-address, dst-address, src-port dan atau dst-port.
  • Router akan mengingat-ingat jalur gateway yang dilewati diawal trafik koneksi, sehingga pada paket-paket selanjutnya yang masih berkaitan dengan koneksi awalnya akan dilewatkan pada jalur gateway yang sama juga.
Kelebihan dari PCC ini yang menjawab banyaknya keluhan sering putusnya koneksi pada teknik loadbalancing lainnya sebelum adanya PCC karena perpindahan gateway..

Sebelum membuat mangle loadbalance, untuk mencegah terjadinya loop routing pada trafik, maka semua trafik client yang menuju network yang terhubung langsung dengan router, harus kita bypass dari loadbalancing. Kita bisa membuat daftar IP yang masih dalam satu network router dan memasang mangle pertama kali sebagai berikut
-------------------------------------------------------------------------------------------------
/ip firewall address-list add address=192.168.101.0/30 list=lokal add address=192.168.102.0/30 list=lokal add address=10.10.10.0/24 list=lokal

/ip firewall mangle add action=accept chain=prerouting dst-address-list=lokal in-interface=wlan2 comment=”trafik lokal” add action=accept chain=output dst-address-list=lokal
-------------------------------------------------------------------------------------------------

Pada kasus tertentu, trafik pertama bisa berasal dari Internet, seperti penggunaan remote winbox atau telnet dari internet dan sebagainya, oleh karena itu kita juga memerlukan mark-connection untuk menandai trafik tersebut agar trafik baliknya juga bisa melewati interface dimana trafik itu masuk

-------------------------------------------------------------------------------------------------
/ip firewall mangle add action=mark-connection chain=prerouting connection-mark=no-mark in-interface=ether1 new-connection-mark=con-from-isp1 passthrough=yes comment=”trafik dari isp1” add action=mark-connection chain=prerouting connection-mark=no-mark in-interface=ether2 new-connection-mark=con-from-isp2 passthrough=yes comment=”trafik dari isp2”
-------------------------------------------------------------------------------------------------
Umumnya, sebuah ISP akan membatasi akses DNS servernya dari IP yang hanya dikenalnya, jadi jika anda menggunakan DNS dari salah satu ISP anda, anda harus menambahkan mangle agar trafik DNS tersebut melalui gateway ISP yang bersangkutan bukan melalui gateway ISP lainnya. Disini kami berikan mangle DNS ISP1 yang melalui gateway ISP1. Jika anda menggunakan publik DNS independent, seperti opendns, anda tidak memerlukan mangle dibawah ini.

-------------------------------------------------------------------------------------------------
/ip firewall mangle add action=mark-connection chain=output comment=dns dst-address=202.65.112.21 dst-port=53 new-connection-mark=dns passthrough=yes protocol=tcp comment=”trafik DNS citra.net.id” add action=mark-connection chain=output dst-address=202.65.112.21 dst-port=53 new-connection-mark=dns passthrough=yes protocol=udp add action=mark-routing chain=output connection-mark=dns new-routing-mark=route-to-isp1 passthrough=no
-------------------------------------------------------------------------------------------------

Karena kita menggunakan webproxy pada router, maka trafik yang perlu kita loadbalance ada 2 jenis:

-------------------------------------------------------------------------------------------------
  • Yang pertama adalah trafik dari client menuju internet (non HTTP), dan trafik dari webproxy menuju internet. Agar lebih terstruktur dan mudah dalam pembacaannya, kita akan menggunakan custom-chain sebagai berikut :
/ip firewall mangle add action=jump chain=prerouting comment=”lompat ke client-lb” connection-mark=no-mark in-interface=wlan2 jump-target=client-lb add action=jump chain=output comment=”lompat ke lb-proxy” connection-mark=no-mark out-interface=!wlan2 jump-target=lb-proxy

Pada mangle diatas, untuk trafik loadbalance client pastikan parameter in-interface adalah interface yang terhubung dengan client, dan untuk trafik loadbalance webproxy, kita menggunakan chain output dengan parameter out-interface yang bukan terhubung ke interface client. Setelah custom chain untuk loadbalancing dibuat, kita bisa membuat mangle di custom chain tersebut sebagai berikut:
-------------------------------------------------------------------------------------------------
/ip firewall mangle add action=mark-connection chain=client-lb dst-address-type=!local new-connection-mark=to-isp1 passthrough=yes per-connection-classifier=both-addresses:3/0 comment=”awal loadbalancing klien” add action=mark-connection chain=client-lb dst-address-type=!local new-connection-mark=to-isp1 passthrough=yes per-connection-classifier=both-addresses:3/1 add action=mark-connection chain=client-lb dst-address-type=!local new-connection-mark=to-isp2 passthrough=yes per-connection-classifier=both-addresses:3/2 add action=return chain=client-lb comment=”akhir dari loadbalancing”
/ip firewall mangle add action=mark-connection chain=lb-proxy dst-address-type=!local new-connection-mark=con-from-isp1 passthrough=yes per-connection-classifier=both-addresses:3/0 comment=”awal load balancing proxy” add action=mark-connection chain=lb-proxy dst-address-type=!local new-connection-mark=con-from-isp1 passthrough=yes per-connection-classifier=both-addresses:3/1 add action=mark-connection chain=lb-proxy dst-address-type=!local new-connection-mark=con-from-isp2 passthrough=yes per-connection-classifier=both-addresses:3/2 add action=return chain=lb-proxy comment=”akhir dari loadbalancing”

Untuk contoh diatas, pada loadbalancing client dan webproxy menggunakan parameter pemisahan trafik pcc yang sama, yaitu both-address, sehingga router akan mengingat-ingat berdasarkan src-address dan dst-address dari sebuah koneksi. Karena trafik ISP kita yang berbeda (512kbps dan 256kbps), kita membagi beban trafiknya menjadi 3 bagian. 2 bagian pertama akan melewati gateway ISP1, dan 1 bagian terakhir akan melewati gateway ISP2.

  • Jika masing-masing trafik dari client dan proxy sudah ditandai, langkah berikutnya kita tinggal membuat mangle mark-route yang akan digunakan dalam proses routing nantinya:

-------------------------------------------------------------------------------------------------
/ip firewall mangle add action=jump chain=prerouting comment=”marking route client” connection-mark=!no-mark in-interface=wlan2 jump-target=route-client add action=mark-routing chain=route-client connection-mark=to-isp1 new-routing-mark=route-to-isp1 passthrough=no add action=mark-routing chain=route-client connection-mark=to-isp2 new-routing-mark=route-to-isp2 passthrough=no add action=mark-routing chain=route-client connection-mark=con-from-isp1 new-routing-mark=route-to-isp1 passthrough=no add action=mark-routing chain=route-client connection-mark=con-from-isp2 new-routing-mark=route-to-isp2 passthrough=no add action=return chain=route-client disabled=no

/ip firewall mangle add action=mark-routing chain=output comment=”marking route proxy” connection-mark=con-from-isp1 new-routing-mark=route-to-isp1 out-interface=!wlan2 passthrough=no add action=mark-routing chain=output connection-mark=con-from-isp2 new-routing-mark=route-to-isp2 out-interface=!wlan2 passthrough=no
-------------------------------------------------------------------------------------------------
Pengaturan Routing

Pengaturan mangle diatas tidak akan berguna jika anda belum membuat routing berdasar mark-route yang sudah kita buat. Disini kita juga akan membuat routing backup, sehingga apabila sebuah gateway terputus, maka semua koneksi akan melewati gateway yang masing terhubung

-------------------------------------------------------------------------------------------------
/ip route add check-gateway=ping dst-address=0.0.0.0/0 gateway=192.168.101.1 routing-mark=route-to-isp1 distance=1 add check-gateway=ping dst-address=0.0.0.0/0 gateway=192.168.102.1 routing-mark=route-to-isp1 distance=2 add check-gateway=ping dst-address=0.0.0.0/0 gateway=192.168.102.1 routing-mark=route-to-isp2 distance=1 add check-gateway=ping dst-address=0.0.0.0/0 gateway=192.168.101.1 routing-mark=route-to-isp2 distance=2
-------------------------------------------------------------------------------------------------
Pengujian

Dari hasil pengujian kami, didapatkan sebagai berikut :

Dari gambar terlihat, bahwa hanya dengan melakukan 1 file download (1 koneksi), kita hanya mendapatkan speed 56kBps (448kbps) karena pada saat itu melewati gateway ISP1, sedangkan jika kita mendownload file (membuka koneksi baru) lagi pada web lain, akan mendapatkan 30kBps (240kbps). Dari pengujian ini terlihat dapat disimpulkan bahwa:

512kbps + 256kbps ≠ 768kbps

Catatan :

  • Loadbalancing menggunakan teknik pcc ini akan berjalan efektif dan mendekati seimbang jika semakin banyak koneksi (dari client) yang terjadi.
  • Gunakan ISP yang memiliki bandwith FIX bukan Share untuk mendapatkan hasil yang lebih optimal.
  • Load Balance menggunakan PCC ini bukan selamanya dan sepenuhnya sebuah solusi yang pasti berhasil baik di semua jenis network, karena proses penyeimbangan dari traffic adalah berdasarkan logika probabilitas.

Thursday, 31 March 2011

Digitech GNX4



Tuesday, 29 March 2011

TUTORIAL Forward IP Publik Speedy

Forward IP Publik Speedy menggunakan Modem ADSL SMC di maksudkan untuk memudahkan anda melakukan remote komputer anda di kantor dari manapun anda inginkan dengan syarat harus terhubung dengan koneksi internet. Pada postingan sebelumnya sudah di bahas mengenai meremote PC menggunakan software remote desktop Teamviewer yang versi personal (free) namun apabila di gunakan untuk business adalah kurang etis dan apabila di gunakan untuk broadcast ke beberapa komputer lain akan expired. Artikel ini adalah sebagai solusi bagi anda untuk meremote PC anda apalagi bagi pekerja IT yang tidak harus datang di tempat dan cukup melakukan konfigurasi di Modem ADSL khususnya yang menggunakan jasa ISP Telkom Speedy sebagai berikut :
Langkah pertama login dulu ke modem ADSL anda, dalam hal ini IP Modem 192.168.1.1
Jalankan aplikasi browser seperti IE, Firefox, Opera, Safari, dll kemudian ketikkan di halaman address http://192.168.1.1 maka akan muncul login sebagai berikut :
login adsl
Default password login ke Modem ADSL SMC sebelum anda ganti adalah smcadmin
setelah berhasil login maka akan muncul pilihan sebagai berikut
advanced

Sebaiknya pilih Advanced Setup kemudian akan muncul layar sebagai berikut :
nat adsl

Pilih NAT kemudian klik Virtual Server maka akan muncul kolom Daftar IP Address sebagai berikut :
ip list
Pada baris pertama anda isikan IP Komputer anda yang akan di remote dalam hal ini adalah 192.168.1.10 Protocol Type pilih TCP kemudian pada LAN Port dan Public Port isi 22 karena yang akan diremote adalah Port SSH lalu beri tanda centang Enable kemudian klik Add untuk menyimpan.
Pada baris kedua isikan IP yang sama tetapi LAN Port dan Public Port isikan 80 yaitu untuk meremote aplikasi berbasis web,
Sedangkan pada baris ketiga isikan IP 192.168.1.11 dimana IP tsb adalah IP Mikrotik, pada LAN Port dan Public Port isikan 8291 agar mikrotik anda bisa di remote melalui aplikasi Winbox.
Untuk aplikasi lain yang yg ingin anda remote silahkan anda isikan pada baris berikutnya dan seterusnya sebanyak anda inginkan.
Kemudian untuk mengetahui IP Publik Speedy anda silahkan cek di whatismyip.com maka akan muncul sebagai berikut :
Public IP
IP 125.167.20.73 adalah IP Publik speedy yang akan anda remote dari lokasi lain, silahkan lakukan test remoting ke PC anda dari tempat lain dengan syarat sudah terkoneksi ke internet. Sebagai catatan, setting forward IP Publik Speedy di atas adalah untuk Modem Merk SMC, beda merk modem beda menu dan konfigurasi tapi pada prinsipnya sama.

Tiga Ciri Orang Ikhlas

dakwatuna.com – Jika ada kader dakwah merasakan kekeringan ruhiyah, kegersangan ukhuwah, kekerasan hati, hasad, perselisihan, friksi, dan perbedaan pendapat yang mengarah ke permusuhan, berarti ada masalah besar dalam tubuh mereka. Dan itu tidak boleh dibiarkan. Butuh solusi tepat dan segera.
Jika merujuk kepada Al-Qur’an dan Sunnah, kita akan menemukan pangkal masalahnya, yaitu hati yang rusak karena kecenderungan pada syahwat. “Sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta ialah hati yang di dalam dada.” (Al-Hajj: 46). Rasulullah saw. bersabda, “Ingatlah bahwa dalam tubuh ada segumpal daging, jika baik maka seluruh tubuhnya baik; dan jika buruk maka seluruhnya buruk. Ingatlah bahwa segumpul daging itu adalah hati.” (Muttafaqun ‘alaihi). Imam Al-Ghazali pernah ditanya, “Apa mungkin para ulama (para dai) saling berselisih?” Ia menjawab,” Mereka akan berselisih jika masuk pada kepentingan dunia.”
Karena itu, pengobatan hati harus lebih diprioritaskan dari pengobatan fisik. Hati adalah pangkal segala kebaikan dan keburukan. Dan obat hati yang paling mujarab hanya ada dalam satu kata ini: ikhlas.
Kedudukan Ikhlas
Ikhlas adalah buah dan intisari dari iman. Seorang tidak dianggap beragama dengan benar jika tidak ikhlas. Katakanlah: “Sesungguhnya shalatku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.” (Al-An’am: 162). Surat Al-Bayyinah ayat 5 menyatakan, “Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus.” Rasulullah saw. bersabda, “Ikhlaslah dalam beragama; cukup bagimu amal yang sedikit.”
Tatkala Jibril bertanya tentang ihsan, Rasul saw. berkata, “Engkau beribadah kepada Allah seolah engkau melihat-Nya. Jika engkau tidak melihat-Nya, maka sesungguhnya Allah melihatmu.” Rasulullah saw. bersabda, “Sesungguhnya Allah tidak menerima amal kecuali dilakukan dengan ikhlas dan mengharap ridha-Nya.”
Fudhail bin Iyadh memahami kata ihsan dalam firman Allah surat Al-Mulk ayat 2 yang berbunyi, “Liyabluwakum ayyukum ahsanu ‘amala, untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya” dengan makna akhlasahu (yang paling ikhlas) dan ashwabahu (yang paling benar). Katanya, “Sesungguhnya jika amal dilakukan dengan ikhlas tetapi tidak benar, maka tidak diterima. Dan jika amal itu benar tetapi tidak ikhlas, juga tidak diterima. Sehingga, amal itu harus ikhlas dan benar. Ikhlas jika dilakukan karena Allah Azza wa Jalla dan benar jika dilakukan sesuai sunnah.” Pendapat Fudhail ini disandarkan pada firman Allah swt. di surat Al-Kahfi ayat 110.
Imam Syafi’i pernah memberi nasihat kepada seorang temannya, “Wahai Abu Musa, jika engkau berijtihad dengan sebenar-benar kesungguhan untuk membuat seluruh manusia ridha (suka), maka itu tidak akan terjadi. Jika demikian, maka ikhlaskan amalmu dan niatmu karena Allah Azza wa Jalla.”
Karena itu tak heran jika Ibnul Qoyyim memberi perumpamaan seperti ini, “Amal tanpa keikhlasan seperti musafir yang mengisi kantong dengan kerikil pasir. Memberatkannya tapi tidak bermanfaat.” Dalam kesempatan lain beliau berkata, “Jika ilmu bermanfaat tanpa amal, maka tidak mungkin Allah mencela para pendeta ahli Kitab. Jika ilmu bermanfaat tanpa keikhlasan, maka tidak mungkin Allah mencela orang-orang munafik.”
Makna Ikhlas
Secara bahasa, ikhlas bermakna bersih dari kotoran dan menjadikan sesuatu bersih tidak kotor. Maka orang yang ikhlas adalah orang yang menjadikan agamanya murni hanya untuk Allah saja dengan menyembah-Nya dan tidak menyekutukan dengan yang lain dan tidak riya dalam beramal.
Sedangkan secara istilah, ikhlas berarti niat mengharap ridha Allah saja dalam beramal tanpa menyekutukan-Nya dengan yang lain. Memurnikan niatnya dari kotoran yang merusak.
Seseorang yang ikhlas ibarat orang yang sedang membersihkan beras (nampi beras) dari kerikil-kerikil dan batu-batu kecil di sekitar beras. Maka, beras yang dimasak menjadi nikmat dimakan. Tetapi jika beras itu masih kotor, ketika nasi dikunyah akan tergigit kerikil dan batu kecil. Demikianlah keikhlasan, menyebabkan beramal menjadi nikmat, tidak membuat lelah, dan segala pengorbanan tidak terasa berat. Sebaliknya, amal yang dilakukan dengan riya akan menyebabkan amal tidak nikmat. Pelakunya akan mudah menyerah dan selalu kecewa.
Karena itu, bagi seorang dai makna ikhlas adalah ketika ia mengarahkan seluruh perkataan, perbuatan, dan jihadnya hanya untuk Allah, mengharap ridha-Nya, dan kebaikan pahala-Nya tanpa melihat pada kekayaan dunia, tampilan, kedudukan, sebutan, kemajuan atau kemunduran. Dengan demikian si dai menjadi tentara fikrah dan akidah, bukan tentara dunia dan kepentingan. Katakanlah: “Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam. Tiada sekutu bagiNya; dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku.” Dai yang berkarakter seperti itulah yang punya semboyan ‘Allahu Ghayaatunaa‘, Allah tujuan kami, dalam segala aktivitas mengisi hidupnya.
Buruknya Riya
Makna riya adalah seorang muslim memperlihatkan amalnya pada manusia dengan harapan mendapat posisi, kedudukan, pujian, dan segala bentuk keduniaan lainnya. Riya merupakan sifat atau ciri khas orang-orang munafik. Disebutkan dalam surat An-Nisaa ayat 142, “Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan shalat itu) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali.”
Riya juga merupakan salah satu cabang dari kemusyrikan. Rasulullah saw. bersabda, “Sesungguhnya yang paling aku takuti pada kalian adalah syirik kecil.” Sahabat bertanya, “Apa itu syirik kecil, wahai Rasulullah?” Rasulullah saw. menjawab, “Riya. Allah berkata di hari kiamat ketika membalas amal-amal hamba-Nya, ‘Pergilah pada yang kamu berbuat riya di dunia dan perhatikanlah, apakah kamu mendapatkan balasannya?’” (HR Ahmad).
Dan orang yang berbuat riya pasti mendapat hukuman dari Allah swt. Orang-orang yang telah melakukan amal-amal terbaik, apakah itu mujahid, ustadz, dan orang yang senantiasa berinfak, semuanya diseret ke neraka karena amal mereka tidak ikhlas kepada Allah. Kata Rasulullah saw., “Siapa yang menuntut ilmu, dan tidak menuntutnya kecuali untuk mendapatkan perhiasan dunia, maka ia tidak akan mendapatkan wangi-wangi surga di hari akhir.” (HR Abu Dawud)
Ciri Orang Yang Ikhlas
Orang-orang yang ikhlas memiliki ciri yang bisa dilihat, diantaranya:
1. Senantiasa beramal dan bersungguh-sungguh dalam beramal, baik dalam keadaan sendiri atau bersama orang banyak, baik ada pujian ataupun celaan. Ali bin Abi Thalib r.a. berkata, “Orang yang riya memiliki beberapa ciri; malas jika sendirian dan rajin jika di hadapan banyak orang. Semakin bergairah dalam beramal jika dipuji dan semakin berkurang jika dicela.”
Perjalanan waktulah yang akan menentukan seorang itu ikhlas atau tidak dalam beramal. Dengan melalui berbagai macam ujian dan cobaan, baik yang suka maupun duka, seorang akan terlihat kualitas keikhlasannya dalam beribadah, berdakwah, dan berjihad.
Al-Qur’an telah menjelaskan sifat orang-orang beriman yang ikhlas dan sifat orang-orang munafik, membuka kedok dan kebusukan orang-orang munafik dengan berbagai macam cirinya. Di antaranya disebutkan dalam surat At-Taubah ayat 44-45, “Orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir, tidak akan meminta izin kepadamu untuk (tidak ikut) berjihad dengan harta dan diri mereka. Dan Allah mengetahui orang-orang yang bertakwa. Sesungguhnya yang akan meminta izin kepadamu, hanyalah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan hari akhir, dan hati mereka ragu-ragu, karena itu mereka selalu bimbang dalam keragu-raguannya.”
2. Terjaga dari segala yang diharamkan Allah, baik dalam keadaan bersama manusia atau jauh dari mereka. Disebutkan dalam hadits, “Aku beritahukan bahwa ada suatu kaum dari umatku datang di hari kiamat dengan kebaikan seperti Gunung Tihamah yang putih, tetapi Allah menjadikannya seperti debu-debu yang beterbangan. Mereka adalah saudara-saudara kamu, dan kulitnya sama dengan kamu, melakukan ibadah malam seperti kamu. Tetapi mereka adalah kaum yang jika sendiri melanggar yang diharamkan Allah.” (HR Ibnu Majah)
Tujuan yang hendak dicapai orang yang ikhlas adalah ridha Allah, bukan ridha manusia. Sehingga, mereka senantiasa memperbaiki diri dan terus beramal, baik dalam kondisi sendiri atau ramai, dilihat orang atau tidak, mendapat pujian atau celaan. Karena mereka yakin Allah Maha melihat setiap amal baik dan buruk sekecil apapun.
3. Dalam dakwah, akan terlihat bahwa seorang dai yang ikhlas akan merasa senang jika kebaikan terealisasi di tangan saudaranya sesama dai, sebagaimana dia juga merasa senang jika terlaksana oleh tangannya.
Para dai yang ikhlas akan menyadari kelemahan dan kekurangannya. Oleh karena itu mereka senantiasa membangun amal jama’i dalam dakwahnya. Senantiasa menghidupkan syuro dan mengokohkan perangkat dan sistem dakwah. Berdakwah untuk kemuliaan Islam dan umat Islam, bukan untuk meraih popularitas dan membesarkan diri atau lembaganya semata.

Sumber: http://www.dakwatuna.com/2008/05/582/tiga-ciri-or