RUDI BENTO ( benar benar tobat )
Image by Cool Text: Logo and Button Generator - Create Your Own Logo

Selasa, 24 Januari 2012

MUTIARA CINTA

Janganlah kau tangisi perpisahan dan kegagalan bercinta, karena pada hakikatnya jodoh itu bukan ditangan manusia. Atas kasih sayang Tuhan kau dan dia bertemu, dan atas limpahan kasih-Nya jua kau dan dia dipisahkan bersama hikmah yang tersembunyi. Pernahkan kau berfikir kebesaran-Nya itu?

Kecewa bercinta bukan berarti dunia sudah berakhir. Masa depan yang cerah berdasarkan pada masa lalu yang telah dilupakan. Kamu tidak dapat melangkah dengan baik dalam kehidupan kamu sampai kamu melupakan kegagalan kamu dan rasa kekecewaan itu.
 
Kadangkala kamu tidak menghargai orang yang mencintai kamu sepenuh hati, sehingga kamu kehilangannya.
Pada saat itu, tiada guna penyesalan karena perginya tanpa berkata lagi.

Minggu, 15 Januari 2012

DIAM ITU EMAS

Diam Itu Emas{Diam Aktif} K.H. Abdullah Gymnastiar Dalam upaya mendewasakan diri kita salah satu langkah awal yg harus kita pelajari adl bagaimana menjadi pribadi yg berkemampuan dalam menjaga juga memelihara lisan dengan baik dan benar. Sebagaimana yg disabdakan Rasulullah saw “Barangsiapa yg beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah berkata benar atau diam.” hadits diriwayatkan oleh Bukhari.
1. Jenis-jenis Diam Sesungguh diam itu sangat bermacam-macam penyebab dan dampaknya. Ada yg dgn diam jadi emas tapi ada pula dgn diam malah menjadi masalah. Semua bergantung kepada niat cara situasi juga kondisi pada diri dan lingkungannya. Berikut ini bisa kita lihat jenis-jenis diam: a. Diam BodohYaitu diam krn memang tak tahu apa yg harus dikatakan. Hal ini bisa krn kekurangan ilmu pengetahuan dan ketidakmengertian atau kelemahan pemahaman dan alasan ketidakmampuan lainnya. Namun diam ini jauh lbh baik dan aman daripada memaksakan diri bicara sok tahu.
b. Diam MalasDiam jenis merupakan keburukan krn diam pada saat orang memerlukan perkataan dia enggan berbicara krn merasa sedang tak mood tak berselera atau malas.
c. Diam SombongIni pun termasuk diam negatif krn dia bersikap diam berdasarkan anggapan bahwa orang yg diajak bicara tak selevel dengannya.
d. Diam KhianatIni diam orang jahat krn dia diam utk mencelakakan orang lain. Diam pada saat dibutuhkan kesaksian yg menyelamatkan adl diam yg keji.
e. Diam MarahDiam seperti ini ada baik dan adapula buruk baik adl jah lebih terpelihara dari perkataan keji yg akan lbh memperkeruh suasana. Namun buruk adl dia berniat bukan utk mencari solusi tapi utk memperlihatkan kemurkaan sehingga boleh jadi diam ini juga menambah masalah.
f. Diam Utama {Diam Aktif}Yang dimaksud diam keutamaan adl bersikap diam hasil dari pemikiran dan perenungan niat yg membuahkan keyakinan bahwa engan bersikap menahan diri maka akan menjadi maslahat lbh besardibanding dgn berbicara.
2. Keutaam Diam Aktif a. Hemat MasalahDengan memilih diam aktif kita akan menghemat kata-kata yg berpeluang menimbulkan masalah.
b. Hemat dari DosaDengan diam aktif maka peluang tergelincir kata menjadi dosapun menipis terhindar dari kesalahan kata yg menimbulkan kemurkaan Allah.
c. Hati Selalu Terjaga dan TenangDengan diam aktif berarti hati akan terjaga dari riya ujub takabbur atau aneka penyakit hati lain yg akan mengeraskan dan mematikan hati kita.
d. Lebih BijakDengan diam aktif berarti kita menjadi pesdengar dan pemerhati yg baik diharapkan dalam menghadapi sesuatu persoalan pemahaman jauh lbh mendaam sehingga pengambilan keputusan pun jauh lbh bijak dan arif.
e. Hikmah Akan MunculYang tak kalah penting orang yg mampu menahan diri dgn diam aktif adl bercahaya qolbu memberikan ide dan gagasan yg cemerlang hikmah tuntunan dari Allah swtakan menyelimuti hati lisan serta sikap dan perilakunya.
f. Lebih BerwibawaTanpa disadari sikap dan penampilan orang yg diam aktif akan menimbulkan wibawa tersendiri. Orang akan menjadi lbh segan utk mempermainkan atau meremehkan.
Selain itu diam aktif merupakan upaya menahan diri dari beberapa hal seperti: Diam dari perkataan dusta Diamdari perkataan sia-sia Diam dari komentar spontan dan celetukan Diam dari kata yg berlebihan Diam dari keluh kesah Diam dari niat riya dan ujub Diam dari kata yg menyakiti Diam dari sok tahu dan sok pintar Mudah-mudahan kita menjadi terbiasa berkata benar atau diam. Semoga pula Allah ridha hingga akhir hayat nanti saat ajal menjemput lisan ini diperkenankan utk mengantar kepergian ruh kita dgn sebaik-baik perkataan yaitu kalimat tauhiid “laa ilaha illallah” puncak perkataan yg menghantarkan ke surga.
sumber : file chm bundel Tausyiah Manajemen Qolbu Aa Gym

Kamis, 05 Januari 2012

ARTI DAN MAKNA WARNA

Pastilah hampir semua orang mempunyai salah satu jenis warna yang sangat disukai dari sekian banyak warna yang ada atau yang biasa disebut dengan warna favorit. Nah, dari situ kita bisa lihat watak kamu berdasarkan warna favorit kamu.
Warna Biru
Jika kamu menyukai warna biru, maka kamu termasuk dalam tipe pemurung, selalu menyenangkan dan selalu bertindak pasif dalam segala hal. Mendambakan ketenangan dan ketentraman. Kamu selalu mendapat kesulitan dalam pergaulan. Demikian pula dalam bercinta karena kamu pintar dalam menyembunyikan perasaan.
Warna Hijau
Warna kesukaan kamu hijau, maka kamu adalah tipe yang sangat romantik, menyukai keindahan, menyenangi alam dengan udara yang sejuk. Kamu adalah seseorang yang selalu memegang prinsip. Dalam hal bercinta kamu mengidam-idamkan calon teman hidup yang penuh toleransi dan dapat dipercaya.
Warna Kuning
Kesukaan kamu warna kuning menandakan bahwa kamu memiliki sifat optimis. Kamu tipe periang dan senang bergaul, tidak memiliki penampilan yang loyo. Sifat tolong-menolong selalu ada dalam diri kamu, karena menolong merupakan suatu kewajiban mutlak bagi kamu. Kamu orang yang tidak pernah meremehkan siapapun juga, walaupun seseorang itu dungu atau bloon.
Warna Ungu
Kalo warna Ungu (Violet) menjadi warna favorit kamu maka kamu adalah tipe yang benar-benar luar biasa. Dalam menghadapi masa depan kamu tidak pernah ragu-ragu, apa yang dikerjakan kamu adalah yang terbaik. Kamu pandai benar dalam mengikuti perkembangan jaman. Dalam bercinta, hanya merekalah yang kuat mental yang bisa mendekati dan menjadi kekasih kamu.
Warna Putih
Jika kamu menyukai warna putih, maka kamu adalah orang yang dilahirkan ke dunia dengan sempurna, banyak orang mengagumi kamu karena sifat angun, sifat idealis dan moral kamu yang teramat tinggi. Tak pernah angkuh, senang menolong siapa saja yang membutuhkan bantuan kamu.
Warna Hitam
Kamu termasuk tipe orang yang sangat lincah dalam hal-hal tertentu saja. Kalo kamu berada dilingkungan yang tidak disukai, maka kamu akan menjadi murung. Kamu selalu tampil menarik, rapi, cukup banyak lawan jenis berusaha mengejar dan merebut cinta kamu.
Warna Merah
Kamu termasuk tipe yang sangat berwibawa dan juga senang mengayomi teman yang lemah. Walau sering kali bergaul dan bercanda tapi kamu bisa menahan diri. Banyak orang mengatakan cinta, tapi kamu selalu berpikir dan berpikir lagi. Kamu termasuk tipe yang sulit jatuh cinta.

Rabu, 04 Januari 2012

MAKSIAT

Manusia memang tidak pernah untuk tidak melakukan kesalahan, kekeliruan, dan kekhilafan. Manusia memang makhluk yang tidak lepas dari dosa dan maksiat. Sekecil apa pun maksiat dan kesalahan itu, tetap saja pernah dilakukan oleh manusia biasa, bahkan nabi sekali pun! Sebut saja kesalahan Nabi Yunus yang meninggalkan kaumnya, atau kesalahan Nabi Musa yang ingin melihat langsung Allah, dan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam pun tidak luput dari kesalahan ketika beliau menolak Ibnu Ummi Maktum yang buta.
            Dan sekarang, kita yang memag sudah terlalu sering melakukan kesalahan sudah seharusnya berintrospeksi diri. Sampai kapan kita akan melakukan kemaksiatan tersebut? Kapan kita mau berhenti dari maksiat tersebut? Kapan kita mau kembali ke jalan yang benar, jalan yang lurus? Apakah kita akan menghabiskan umur kita dengan kemaksiatan? Apakah umur yang telah Allah berikan kepada kita akan kita sia-siakan begitu saja?
            Tidak! Lagkah pertaubatan kita tidak boleh berhenti! Langkah kita menuju kebenaran tidak boleh terputus! Selama kita memiliki umur, kita harus tetap mempergunakannya untuk memperbaiki kesalahan kita di masa lalu! Jika anda telah melakukan dosa yang banyak, maka sesungguhnya ampunan Allah lebih besar! Jika anda telah melaksanakan kemaksiatan setinggi gunung, maka sesunggunhnya ampunan Allah lebih tinggi daripada langit! Jika anda telah melakukan kemaksiatan seluas lautan, maka ampunan Allah seluas langit dan bumi!
            Tidak peduli sudah berapa kali anda melakukan maksiat, tetapi yang lebih penting adalah sudah sampai mana anda melangkah menuju jalan yang benar. Jika anda melakukan maksiat, maka jangan ragu untuk bertaubat! Jika kembali bermaksiat, maka kembalilah bertaubat! Jangan sampai anda bosan dengan taubat anda!
            Lurus
            Jika para Nabi melakukan kesalahan, maka Allah akan langsung meluruskannya, akan langsung menegurnya. Dan sekarang, lingkungan yang paling buruk adalah lingkungan yang tidak meluruskan anda ketika anda bengkok!
            Berdoalah!
            “Katakanlah: "Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS az-Zumar: 53)
            Jika anda bermaksiat, maka janganlah berkecil hati! Tetaplah berdoa kepada Allah! Masihkah kita ingat kepada Nabi Yunus? Ketika beliau di perut ikan paus dan di tengah keheningan dan kegelapan, beliau berdoa,
            “Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zhalim”
            Jangan pernah menyerah dan berputus asa dari ampunan dan rahmat Allah! Karena sesungguhnya yang berputus asa dari rahmat Allah adalah orang kafir!
            “…Dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir” (QS Yusuf: 87)
            Wallahu a’lam

7 Pengobatan Tergila

1. Pengobatan AIDS Afrika Selatan: Bercinta dengan Perawan



Sebuah survey menemukan lebih dari 1/3 masyarakatnya percaya pada pengobatan kuno yang unik ini. Yap.. bercinta dengan perawan, yang dipercayai mampu membersihkan kuman-kuman dalam tubuh penyebab penyakit AIDS. Mitos ini muncul di Afrika Selatan yang merupakan negara dengan tingkat kekerasan seksual tertinggi



2. Pengobatan Inggris Kuno untuk Malaria: Jaring Laba-laba



Beberapa dekade lalu saat sebuah wabah malaria menjalar secara cepat di berbagai belahan dunia, bermacam pengobatan digunakan untuk mengatasi penyakit ini. Salah satu obat yang paling unik waktu itu adalah tablet yang dibuat dari gulungan jaring laba-laba.

Bukti dari khasiat tablet ini memang telah memudar beberapa abad lalu namun kini justru telah dikembangkan obat sejenis berbahan laba-laba yang masih hidup.


3. Pengobatan Mesir Kuno untuk Infeksi Mata: Darah Kelelawar



Masyarakat Mesir kuno pernah mengalami masa-masa sulit saat wabah kebutaan menyerang wilayah itu, karena curah matahari yang cukup tinggi serta diperparah dengan adanya badai gurun.

Untuk menangani masalah ini, para dokter di zaman Mesir kuno menggunakan darah kelelawar yang diteteskan pada mata pasiennya. Mereka berpikiran bahwa kelelawar memiliki pandangan yang tajam sehingga obat ini mereka gunakan pada para pasiennya.



4. Obat Sakit Perut dari Cina: Empedu Monyet



Empedu monyet merupakan pengobatan yang telah lama digunakan masyarakat Cina. Bukan hanya untuk penyakit mata, obat ini digunakan juga sebagai ramuan anti sakit perut. Sedangkan darah dari monyet-monyet ini digunakan untuk obat kuat.

Di Indonesia pun masih ada yang memakai kera sebagai obat. Mereka menggunakan otak kera sebagai obat penyakit impotensi.


5. Obat anti Penuaan: Mandi Bir



Di kota Chodova Plana, Czech Republic, terdapat sebuah “pusat kesehatan bir” yang merupakan pertama dan satu-satunya di dunia. Di sana mereka menawarkan perawatan dengan sarana mandi air hangat yang dicampur dengan air mineral dan juga bir. Terapi ini diyakini mampu mencegah dari penuaan terutama bagi para wanita.



6. Obat Radang Tenggorokan: Kotoran Anjing



“Album graecum” merupakan sebutan untuk kotoran anjing atau hyena yang telah memutih karena berada di udara terbuka.

Zaman dahulu kotoran anjing ini digunakan untuk pengobatan tradisional dan biasanya dicampur dengan madu. Campuran kotoran anjing plus madu ini mampu membersihkan tenggorokan sehingga diyakini mampu mengobati peradangan pada tenggorokan.



7. Obat Impotensi dari Peru: Jus Kodok



Sering disebut dengan Viagra dari Peru. Sangat cocok untuk mereka para pengidap lemah syahwat. Permintaan pasar untuk produk ‘Extracto de rana’ (Jus Kodok) ini sangat tinggi di kota Lima, Peru.

Selain untuk impotensi, jus ini juga mampu mengobati penyakit lainnya seperti, asma, bronkitis, dan penyakit pernafasan lainnya. Namun ada satu bahan campuran yang ternyata meningkatkan khasiat dari jus ini yaitu Maca, yang berupa tumbuhan sebagai obat kuat berasal dari Amerika Selatan.

SEBUAH RISALAH TENTANG CINTA

Cintailah kekasihmu sekedarnya saja, siapa tahu nanti akan jadi musuhmu...
-Ali bin Abi Thalib-

Kita telah sering mendengar sepatah kata yang mampu menyihir hati menjadi bergetar karenanya, cinta. Sebuah kata yang berhasil menjadi tonggak kehidupan di dunia, cinta. Yang menjadi sebuah perasaan damai yang bersemayam di hati setiap insan, cinta. Satu kata yang telah mewarnai hidup setiap manusia, cinta.
            Kata yang telah membangunkan insan-insan yang tidur, yang menyadarkan orang-orang yang terlelap, dan yang membangkitkan orang-orang yang patah semangat. Itulah yang sering disebut cinta.
            Cinta yang indah, yang membuat dunia ini sempit bagai milik berdua, yang menjadikan bumi tempat berpijak bagai karpet merah dan permadani mewah, yang menjadikan langit bagai pantulan wajah yang dicinta, yang membuat lautan bagai lukisan tentang keindahan yang dicinta, yang membuat kicauan burung bagai panggilan dari sang pecinta
            Namun, bila rasa cinta yang tumbuh di hati itu ternyata tidak sesuai dengan realita, tidak sesuai dengan harapan yang semestinya, maka banyak orang menjadi gila akibat cinta mereka. Perasaan mereka yang awalnya diselimuti cinta yang lembut kini telah berubah menjadi perasaan yang kalut. Yang awalnya bunga asmara bersemi dengan indahnya tiba-tiba menjadi kebun kering kerontang terkena prahara. Yang awalnya persaan cinta itu menjadi tiang penyangga yang kokoh kini telah berubah menjadi sebuah tiang yang rapuh. Cinta yang awalnya menjadikan hati bagaikan bangunan yang megah kini telah menjadi puing penuh derita.
            Ya, cinta yang awalnya menjadi sebuah obat kini telah menjadi racun. Bila orang itu merasakan hancurnya cinta, maka ia juga akan merasakan hancurnya hidupnya. Hancurnya perasaan seseorang akan berimbas pada hancurnya diri orang itu sendiri. Ya, hanya karena patah hati.
            Seseorang yang patah hati seakan terombang-ambing dan tidak bisa lagi stabil. Dirinya gelap mata hanya karena mata cintanya telah terpejam. Haruskah orang yang patah hati merasakan semua kepedihan itu? Pantaskah bila setiap orang yang patah hati harus menenggak habis setiap penderitaan itu? Patutkah orang yang telah hancur cintanya menghancurkan hidupnya sendiri? Jawabannya adalah tidak!
            Bermain Hati?
            Sebenarnya, cinta bukanlah satu kata yang dapat dengan mudah kita wujudkan. Perlu berbagai macam rintangan, ujian, dan cobaan demi mematangkan cinta kita. Demi membuat cinta kita adalah cinta yang kuat, yang tidak mudah goyah, yang akan menjadi cinta yang kokoh, yang menjadi cinta yang mengakar dalam qalbu, cinta yang benar-benar tidak lagi lemah.
            Karena cinta bukanlah hal mudah. Cinta yang lemah maka akan mudah pula dihempas zaman. Cinta yang rapuh maka akan mudah pula diruntuhkan waktu.
            Cinta seharusnya perasaan yang kuat, perasaan yang benar-benar muncul dari ujung qalbu terdalam. Yang mampu memunculkan setitik lentera cinta yang hangat. Yang mampu menjadi pemicu semangat tak terpatahkan. Yang muncul sebagai api cinta yang akan menerangi kehidupannya.
            Namun sebagai konsekuensinya, ia harus siap ketika cintanya itu diuji. Karena dunia ini adalah medan pertarungan cinta. Cintanya tidak akan pernah menjadi sempurna bila cintanya itu sendiri tidaklah teruji dengan berbagai masalah.
            Dan sudah seharusnya setiap orang harus paham akan konsep ini. Kebanyakan orang tidak mengerti akan hal ini dan ketika cinta mereka diuji maka cinta mereka tidak kuat menahannya. Dan hasilnya? Cinta itu akan mudah pudar. Cinta itu akan dengan mudahnya menghilang. Karena mereka tidak mengerti, cinta itu adalah sebuah jalan yang menentukan dan bukan hanya sekadar permainan.
            Cinta menjadi salah satu indikator kesuksesan kita di dunia dan keselamatan kita di akhirat. Perhatikanlah bagaimana jalan cinta orang-orang yang durhaka. Orang-orang yang hanya menjalankan cinta sesuai dengan hawa nafsunya. Maka sungguh mereka adalah golongan yang celaka.
            Tetapi bila kita mampu menjalankan cinta ini sesuai dengan kodrat dan kadarnya, maka inilah salah satu jalan keselamatan. Cinta yang tidak hanya suatu yang dipermainkan hawa nafsu, cinta yang tidak hanya menjadi senda gurau belaka.
            Masihkah kita ingat bagaimana cintanya isteri Aziz kepada Yusuf? Ketika ia dengan cinta yang telah dipermainkan hawa nafsunya mengajak Yusuf ingin berzina. Namun ingatlah ketika Yusuf, yang saat itu sudah hendak ingin terjerat dalam rayuan wanita itu. Ia mampu menahan perasaannya. Karena jiwa yang ia miliki tidak diperturutkan kepada hawa nafsunya.
            Cinta, Sebuah Kata Kerja
            Dan yang harus diperhatikan oleh setiap orang adalah, bahwa cinta adalah sebuah kata kerja dan bukan kata sifat. Sebuah kata yang sudah seharusnya kita yang mengendalikan dan bukan kita yang dikendalikan.
            Jika cinta dijadikan kata sifat dalam kamus kehidupan kita, maka kita akan hancur sendiri karena cinta. Karena bila cinta dan nafsu yang mengendalikan kita, maka hancurlah kehidupan –na’udzubillah min dzalik-
            Perhatikanlah bagaimana orang-orang yang tidak mampu mengendalikan cinta mereka. Mereka gelap mata karena perasaan mereka sendiri, mereka hancurkan diri mereka dengan hati mereka sendiri. Akal mereka dikendalikan oleh selubung mabuk asmara. Pikiran mereka telah dikaburkan dengan khamr yang bernama cinta (nikmat, namun mematikan).
            Tetapi lihatlah bagaimana orang-orang yang menjadikan cinta itu sebagai kata kerja. Sebagai sebuah perasaan yang mampu dikendalikan. Akal dan hatinya tidak dibawahi oleh hawa nafsu atas nama cinta. Mereka mampu mengatur kadar cinta mereka. Mereka tidak menjadikan diri mereka sebagai budak jiwa mereka sendiri.
            Bila cinta mereka sesuai dengan harapan, maka mereka akan bersyukur. Namun bila cinta mereka tak sesuai dengan keinginan, mereka tidaklah kufur. Mereka tidak menghancurkan diri sendiri hanya karena cinta, karena mereka mampu mengatur hati dan perasaan mereka.
            Contoh Terbaik
            Dan bila kita ingin mengaplikasikannya dalam kehidupan kita, maka sudah seharusnya kita kembali menengok ke belakang. Melihat contoh terbaik yang berasal dari generasi terbaik, yaitu generasi shahabat, lalu tabi’in, dan pata tabi’uttabi’in.
            Suatu hari, Salman al-Farisi ingin meminang salah seorang wanita Madinah. Namun karena Salman yang berasal dari Persia tidak tahu bagaimana cara untuk meminang wanita Madinah, maka ia meminta bantuan sahabatnya, Abu Darda, untuk meminang salah seorang wanita.
            Ketika sampai di rumah si wanita dan setelah mengutarakan maksud dan tujuan untuk meminang, akhirnya keluarga wanita itu merespon. Keluarga wanita itu menolak pinangan Salman namun menerimanya Abu Darda bila Abu Darda berkeinginan untuk menikahi wanita itu.
            Apa reaksi Salman? Apakah Salman marah kepada Abu Darda? Apakah Salman melaknat Abu Darda? Apakah Salman memutuskan hubungannya dengan Abu Darda? Maka jawabannya adalah tidak.
            Yang terjadi justru sebaliknya, Salman rela dengan keputusan keluarga wanita itu. Lalu dalam salah satu riwayat, Salman berkata,

Aku menghendaki wanita itu, namun ia menghendaki Abu Darda.

            Dan dalam riwayat lain Salman berkata,

Semua mahar dan nafkah yang kupersiapkan ini akan aku serahkan pada Abu Darda’, dan aku akan menjadi saksi pernikahan kalian

            Sebuah kisah yang benar-benar menggugah. Membuktikan bahwa cinta bukanlah suatu yang liar, melainkan mampu dikendalikan. Dan Salman telah membuktikannya. Ia tidak diperbudak dengan cinta dan nafsunya. Namun ia melihat lewat kacamata keikhlasan. Ia tidak pernah memaksakan kehendak cintanya. Karena ia tahu bagaimana sebenarnya cinta yang matang. Ia tahu bahwa cinta yang sempurna datang dari hati yang kuat dan bukan hati yang labil
            Sementara itu, ada lagi salah satu kisah unik dari Ibnul Qayyim al-Jauziyah.
            Dahulu Ibnul Qayyim jatuh cinta pada salah satu puteri Imam Al-Mizzi (salah satu ulama ahlussunnah). Ia sangat mencintainya. Namun ternyata Imam al-Mizzi tidaklah menikahkan puterinya dengan Ibnul Qayyim, melainkan dengan Ibnu Katsir, murid Ibnul Qayyim sendiri.
            Apakah dengan itu lantas Ibnul Qayyim marah pada Ibnu Katsir? Tidak. Lihatlah bagaimana orang-orang cemerlang menjadikan cinta itu sebuah kata kerja, sebuah kata yang ia sendiri yang mengendalikannya.
            Penutup
            Karena itu, patah hati bukanlah sebuah alasan. Bukan pula menjadi penghalang. Karena cinta itu butuh ujian untuk semakin mematangkannya. Cinta yang sempurna muncul dari hati yang kuat. Pahamilah bahwa cinta itu luas dan bukan sekedar permainan belaka. Hidupkan cintamu dengan cinta, dan jangan hentikan curahan cintamu itu hanya karena patah hati. Bangkitlah dari keterpurukanmu!
            Wallahu a’lam.

MACAM-MACAM CINTA

Cinta bukan mengajar kita lemah, tetapi membangkitkan kekuatan. Cinta bukan mengajar kita menghinakan diri, tetapi menghembuskan kegagahan. Cinta bukan melemahkan semangat, tetapi membangkitkan semangat.
-Hamka-
Cinta? Mau membicarakan tentang apa? Kisah cinta sinetron? Kisah cinta romantis dan dramatis? Atau happy ending? Tenang, cinta itu sangatlah luas. Sementara itu, bila cinta hanya dibatasi dengan cinta yang sering kita temui dalam roman picisan, maka hal itu tentu saja sebuah kesalahan yang besar. Karena dengan itu berarti cinta itu adalah ibadah kepada hawa nafsu. Na’udzubillahi min dzalik! 
            Pembatasan mengenai cinta itu benar-benar sebuah kesalahan fatal. Karena itu berarti bahwa pandangannya sempit dan hanya dari satu sisi. Bisa dari sisi sinetron, sisi roman picisan, atau sisi puteri Disney. Pernahkah kita berpikir bagaimana melihat cinta itu dari seluruh sisi sehingga kita bisa memahaminya secara sempurna? Karena pemahaman kebanyakan orang mengenai cinta di zaman sekarang begitu dangkal. Lalu, apa solusinya?
            Dalam salah satu kitabnya yang terkenal, ad-Daa’ wa ad-Dawaa’, Ibnul Qayyim al-Jauziyah telah mengklasifikasikan 5 macam cinta yang bersemi di hati manusia. 5 macam cinta yang mampu membangun kepribadian menjadi lebih baik atau bahkan menjatuhkan kepribadian itu kepada hal yang nista. 5 macam cinta itu adalah,
            Yang pertama, Mahabbatullah (cinta kepada Allah)
            Hal ini saja belum cukup untuk menyelamatkan seseorang dari adzab Allah dan memperoleh amal kebaikan serta pahala dariNya. Sebab, kaum musyrikin, kaum Nasrani, Yahudi, dan selain mereka adalah juga mencintai Allah.
            Hal ini menunjukkan kita satu hal, bahwa jika hanya sekedar berlandaskan cinta dan keikhlasan namun melupakan aspek ittiba’ kepada suri tauladan kita, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, maka hal itu adalah percuma dan sia-sia. Karena jika tidak berittiba’ maka tentunya tidak memiliki pedoman dalam beribadah dan keseharian sebagai seorang muslim.
            Yang kedua, Mahabbatu maa yuhibbullah (mencintai perkara yang dicintai Allah)
            Cinta yang seperti inilah yang mampu memasukkan pelakunya ke dalam Islam dan mengeluarkan pelakunya dari kekufuran. Karena jika kita mengaku seorang muslim, maka sudah seharusnya kita juga turut mencintai apa yang dicintai Allah. Seperti misalnya shalat, shaum, zakat, dll.
            Dan apabila kita justru seseorang membencinya, maka sungguh! Ia telah keluar dari Islam dan masuk kepada kekufuran. Sejarah telah membuktikan ketika saat-saat pasca Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam atau di awal masa pemerintahan Abu Bakar ash-Shiddiq, banyak diantara kaum muslimin yang menolak untuk membayar zakat. Sehingga pada akhirnya Abu Bakar memutuskan untuk menumpas mereka karena mereka telah keluar dari Islam.
            Hal inilah yang sudah sering terjadi di masyarakat kita masa kini. Mereka mengaku Islam, namun mereka dengan mudahnya meninggalkan perkara-perkara yang telah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam contohkan dalam kepribadian beliau yang agung (bahkan syariat Islam sendiri dihujat). Padahal, sudah jelas bahwa hal-hal yang telah mereka tinggalkan adalah sesuatu yang dicintai Allah. Seseorang yang telah mengaku cinta tidak mungkin dengan seenaknya meninggalkan perkara yang ia cintai, bukan? Karena itu, jika kita mengaku seorang muslim, maka cintailah apa yang dicintai Allah!
            Yang ketiga, Al-Hubb lillah wa fillah (mencintai karena Allah dan dalam ketaatan kepadaNya)
            Hal ini merupakan syarat dari mencintai perkara yang dicintaiNya. Sungguh! Mencintai sesuatu sesuatu yang dicintai tidak akan tegak, melainkan dengan mencintai Allah dan dalam ketaatan kepadanya.
            Kita sering mendengar bahwa yang namanya cinta itu adalah sementara dan singkat. Padahal, cinta itu sendiri bisa bertahan bila kita memiliki pondasi yang kuat. Pondasi itu bernama aqidah. Cinta tidak akan bertahan lama bila cinta itu hanya berlandaskan nafsu semata. Namun cinta karena Allah dan dalam ketaatan kepadaNya, maka insya Allah akan terus bertahan.
            Sering kita dengar cekcok antara suami istri, adik dengan kakak, seorang muslim dengan muslim yang lain. Tentu saja hal ini menunjukkan bahwa mereka belum terikat dalam satu ikatan cinta yang dulu telah mengikat kaum Aus dan Khazraj serta kaum muhajirin dan kaum anshar. Ikatan cinta para salafusshalih benar-benar kuat. Tidak bisa dibayangkan bagaimana besarnya cinta para sahabat pada Rasulullah shallalahu ‘alaihi wasallam. Mereka rela menjadi perisai hidup demi membela sang kekasih tercinta. Bahkan Muawiyah yang dulu ketika ia masih musyrik sempat berkata di tengah-tengah eksekusi Zaid bin ad-Datsinah (dalam riwayat lain Khubaib bin Adi, wallahu a’lam),
Belum pernah aku melihat seseorang mencintai sahabatnya demikian rupa seperti sahabat-sahabat Muhammad mencintai Muhammad
            Mengapa bisa demikian? Karena mereka mencintai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam karena Allah, dan mereka benar-benar dalam ketaatan yang sulit dibayangkan. Loyalitas mereka kepada Islam tidak perlu lagi dipertanyakan. Karena itu, kisah cinta mereka merupakan sebuah kisah legendaris yang harum namanya sepanjang zaman.
            Yang keempat, Al-Mahabbatu ma’allah (mencintai selain Allah bersama Allah)
            Ini adalah kecintaan yang syirik. Barang siapa yang mencintai sesuatu bersama Allah bukan karena Allah, bukan sebagai sarana kepadaNya, dan bukan dalam ketaatan kepadaNya, maka dia telah menjadikan sesuatu tersebut sebagai tandingan bagi Allah. Seperti inilah kecintaan kaum musyrikin. Dan memang, cinta ini adalah kesyirikan! Bahwa mereka telah berani menyetarakan Allah dengan dzat yang lain. Mereka menganggap bahwa dzat yang mereka yakini lebih mendatangkan maslahat dan manfaat pada dirinya dan orang lain. Padahal justru sebaliknya, mereka telah mengundang adzab Allah!
            Contoh nyata dalam masyarakat kita adalah sesajen kepada ‘penunggu’ agar mereka dilindungi dari mara bahaya. Sungguh, ini adalah sebuah kesyirikan yang nyata!
            Dalam kasus lain, mereka membuat hal-hal yang baru untuk dicintai secara berlebih-lebihan sehingga menyebabkan kultus. Yang dengan kultus itu ia akan menutup mata pada kebenaran dari orang lain dan kesalahan dari apa yang ia kultuskan. Semoga Allah melindungi kita dari cinta yang semacam ini.
            Yang kelima, cinta yang sejalan dengan tabiat.
            Bentuknya adalah kecenderungan seseorang terhadap perkara yang sesuai dengan tabiatnya, seperti seorang yang haus mencintai air, yang lapar mencintai makanan, seseorang mencintai isteri dan anaknya, dll. Kecintaan ini sebenarnya tidaklah tercela, kecuali jika tabiat cinta tersebut melalaikan dari mengingat Allah dan yang menyibukkan hamba dari mencintaiNya serta taat kepadaNya.
            Sebagaimana yang telah Allah firmankan,
Hai orang-orang beriman, janganlah hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa yang berbuat demikian Maka mereka Itulah orang-orang yang merugi.
(QS Al-Munafiquun: 9)
...yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak (pula) oleh jual beli dari mengingati Allah, dan (dari) mendirikan shalat, dan (dari) membayar zakat. Mereka takut kepada suatu hari yang (di hari itu) hati dan penglihatan menjadi goncang.
(QS An-Nuur: 37)
            Wallahu a’lam.